Showing posts with label Nasehat. Show all posts
Showing posts with label Nasehat. Show all posts

Saturday, 4 June 2016

PUASA DAN PENJELASANNYA

bujairimi.blogspot.co.id

PUASA

A. Definisi Puasa

Di dalam kitab At-Ta’rifat karangan Asy-Syarif As-Sayyid ‘Ali Bin Muhammad Al-Jurjani (1339 - 1413 M), Bab Shad halaman 132 (cetakan Al-Haramain),  sebagai berikut:

الصوم فى اللغة مطلق الإمساك، وفى الشرع عبارة عن إمساك مخصوص وهو الإمساك عن الأكل والشرب والجماع من الصبح إلى المغرب مع النية

Puasa menurut bahasa: Menahan diri secara umum. Dan menurut syara’: Satu ibarat daripada menahan diri secara khusus, yaitu menahan diri dari makan, minum dan jimak mulai dari shubuh sampai maghrib disertai dengan niat.

B. Perintah Wajib Puasa.
Ibadah puasa turun perintah kefardhuannya pada bulan Sya’ban tahun 2 Hijriyah.

Firman Allah:

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ كُتِبَ عَلَيۡكُمُ ٱلصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى ٱلَّذِينَ مِن قَبۡلِكُمۡ لَعَلَّكُمۡ تَتَّقُونَ

“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.”
(QS. Al-Baqarah [2] :183).

C. Puasa merupakan salah satu dari lima rukun Islam, berdasarkan pada hadits Rasulullah Muhammad SAW:


عَنْ أَبِيْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَبْدِ اللهِ بْنِ عُمَرَ بْن الخَطَّابِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا قَالَ : سَمِعْتُ رسول الله صلى الله عليه وسلم يَقُوْلُ : بُنِيَ الإِسْلامُ عَلَى خَمْسٍ : شَهَادَةِ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ الله وَأَنَّ مُحَمَّدَاً رَسُوْلُ اللهِ ، وَإِقَامِ الصَّلاة ، وَإِيْتَاءِ الزَّكَاةِ ، وَحَجِّ البِيْتِ ، وَصَوْمِ رَمَضَانَ ، رواه البُخارِيُّ وَ مُسلِمٌ


Dari Abu Abdirrahman Abdullah bin Umar bin al-Khaththab radhiyallahu ’anhuma, dia mengatakan, Saya mendengar Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda: “Islam itu dibangun di atas lima tiang: Persaksian bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah, menegakkan shalat, menunaikan zakat, berhaji ke Baitullah, dan berpuasa Ramadhan.”
(HR. Al-Bukhari dan Muslim).

D. Penjelasan Mengenai Puasa Ramadhan Di Dalam Kitab Matan Safinah An-Naja Karangan Syaikh Salim Bin Samair Al-Hadlramiy.

PUASA RAMADLAN
فصل : يجب صوم رمضان بأحد أمور خمسة : (أحدها ) بكمال شعبان ثلاثين يوما ، (وثانيها) برؤية الهلال في حق من رآه وإن كان فاسقا (وثالثها) بثبوته في حق من لم يره بعدل شهادة (ورابعها) بإخبار عدل رواية موثوق به سواء وقع في القلب صدقه أم لا ، أوغير موثوق به إن وقع في القلب صدقه (وخامسها) بظن دخول رمضان بالإجتهاد فيمن اشتبه عليه ذلك

Ada 5 perkara yang mewajibkan puasa Ramadlan, yakni :
1. Sempurnanya bulan Sya’ban selama 30 hari.
2. Melihat hilal bulan Ramadlan pada malam hari.
Hal ini berlaku bagi mereka/individu yang merasa melihat hilal, walaupun dia sendiri mempunyai sifat fasiq atau kurang adil.
3. Meyakini seseorang yang melihat bulan.
Hal ini berlaku bagi mereka yang tidak melihat bulan, namun ada kabar dari seseorang yang adil kesaksiannya bahwa orang tersebut melihat bulan, lalu diyakini dan diikuti.
Namun dengan syarat, kesaksian orang tersebut harus ditetapkan oleh hukum/pemerintah, tidak fasiq, bukan hamba sahaya dan harus laki-laki.

Dalil tentang ini adalah hadits dari Ibnu Umar :
“Aku memberi kabar kepada Rasulullah bahwa sesungguhnya aku bersaksi telah melihat hilal.
Lalu beliau puasa dan memerintahkan kaumnya untuk berpuasa”.
4. Adanya kabar berita bahwa Ramadlan telah tiba, yang dirasakan yakin kebenaran berita itu di dalam hati, walaupun kabar tersebut berasal dari orang fasiq, hamba sahaya atau pun anak kecil.
5. Sangkaan telah masuknya bulan Ramadlan melalui ijtihad/dugaan.
Contoh kasus terhadap orang-orang yang hidup di hutan belantara atau penjara pengasingan.

SYARAT SAH PUASA
فصل : شروط صحته أربعة أشياء : إسلام ، وعقل ، ونقاء من نحو حيض ، وعلم بكون الوقت قبلا للصوم

Syarat sah puasa Ramadhan ada empat (4) perkara, yaitu:
1. Islam.
2. Berakal.
3. Suci dari seumpama darah haidh.
4. Dalam waktu yang diperbolehkan untuk berpuasa.

SYARAT WAJIB PUASA
فصل : شروط وجوبه خمسة اشياء : اسلام ، وتكليف ، وإطاقة ، وصحة ، وإقامة

Syarat wajib puasa pada bulan Ramadlan ada lima perkara:
1. Islam atau pernah memeluk Islam, sehingga termasuk wajib berpuasa orang yang murtad, walaupun puasanya tidak sah.
2. Taklif, artinya berakal dan baligh, maka tidak wajib puasa bagi anak kecil, orang gila, pingsan dan yang mabuk. Namun wajib mengqadha puasa bagi mereka yang pingsan dan mabuk.
3. Kuat berpuasa, maka tidak wajib berpuasa bagi mereka yang tak mampu seperti tua renta dan yang sakit.
4. Sehat, sehingga tidak wajib berpuasa bagi yang sakit jika sekiranya dengan puasa tersebut bisa menambah parah penyakitnya.
5. Muqim, maka diperbolehkan tidak berpuasa bagi yang melakukan perjalanan jauh dengan syarat keberangkatan perjalanan tersebut harus sebelum fajar.

RUKUN PUASA
فصل : أركانه ثلاثة أشياء : نية ليلا لكل يوم في الفرض ، وترك مفطر ذاكرا مختارا غير جاهل معذور ، وصائم

Rukun puasa adalah ada tiga perkara:
1. Niat di waktu malam – antara maghrib sampai sebelum subuh setiap hari – dalam puasa wajib seperti puasa Ramadlan, puasa qadha, puasa nadzar, puasa kifarat.
Tempatnya niat adalah di dalam hati yakni menghadirkan hakikat puasa yaitu menahan diri dari hal-hal yang membatalkan puasa di siang hari.
Tidaklah cukup berniat hanya dengan ucapan saja tanpa dengan hati, karena niat dengan ucapan hanyalah sunat, yang dimaksudkan agar ucapan niat tersebut membantu dalam menghadirkan niat yang sesungguhnya di dalam hati.
Adapun ucapan niat yang disunatkan adalah:
نويت صوم غد عن أداء فرض شهر رمضان هذه السنة لله تعالى
Nawaitu shawma ghadin ‘an ada-i fardhi syahri Ramadhana hazihis sanati lillahi ta-‘ala.
“Saya niat puasa esok hari daripada menunaikan fardhu bulan Ramadhan tahun ini karena Allah Ta’ala”.
2. Meninggalkan hal-hal yang membatalkan puasa secara sadar tanpa paksaan serta tidak bodoh yang dimaafkan syara’, seperti makan walaupun sedikit, minum walau setetes, jima dan lainnya.
3. Orang yang berpuasanya.

WAJIB QADLA PUASA
فصل : يجب مع القضاء للصوم الكفارة العظمى والتعزير على من أفسد صومه في رمضان يوما كاملا بجماع تام آثم به للصوم
 ويجب مع القضاء الإمساك للصوم في ستة مواضع : الأول : في رمضان لافي غيره على متعد بفطره ، والثاني : على تارك النية ليلا في الفرض ، والثالث : على من تسحر ظانا بقاء الليل فبان خلافه ، والرابع : على من افطر ظانا الغروب فبان خلافه ايضا ، والخامس : على من بان له يوم ثلاثين من شعبان أنه من رمضان ، والسادس : على من سبقه ماء المبالغة من مضمضة واستنشاق

Diwajibkan membayar kafarat beserta mengqhadha puasa, dan teguran terhadap orang yang membatalkan puasanya di bulan Ramadhan satu hari penuh dengan sebab menjima’ lagi berdosa sebabnya .
Dan wajib menahan makan dan minum ketika batal puasanya beserta mengqadlanya pada enam tempat:
1. Dalam bulan Ramadhan bukan selainnya, terhadap orang yang sengaja membatalkannya.
2. Terhadap orang yang meninggalkan niat pada malam hari untuk puasa yang Fardlu.
3. Terhadap orang yang bersahur karena menyangka masih malam, kemudian diketahui bahwa Fajar telah terbit.
4. Terhadap orang yang berbuka karena menduga Matahari sudah tenggelam, kemudian diketahui bahwa Matahari belum tenggelam.
5. Terhadap orang yang meyakini bahwa hari tersebut akhir Sya’ban tanggal tigapuluh, kemudian diketahui bahwa awal Ramadhan telah tiba.
6. Terhadap orang yang terlanjur meminum air dari kumur-kumur atau dari air yang dimasukkan ke hidung.

BATAL PUASA
فصل : يبطل الصوم : بردة ، وحيض ، ونفاس ، أو ولادة ، وجنون ولو لحظة ، وبإغماء ، وسكر تعدى به إن عمَّا جميع النهار
Batal puasa seseorang dengan beberapa macam, yaitu:
– Sebab-sebab murtad.
– Haidl.
– Nifas.
– Melahirkan.
– Gila sekalipun sebentar.
– Pingsan dan mabuk yang sengaja jika terjadi yang tersebut di siang hari pada umumnya.

HUKUM MEMBATALKAN PUASA
فصل : الإفطار في رمضان أربعة انواع : واجب كما في الحائض والنفساء ، وجائز كما في المسافر والمريض ولاولاكما في المجنون ، ومحرم كمن أخر قضاء رمضان مع تمكنه حتى ضاق الوقت عنه
 وأقسام الإفطار أربعة أيضا ما يلزم فيه القضاء والفدية وهو اثنان : الأول : الإفطار لخوف على غيره ، والثاني : الإفطار مع تأخير قضاء مع إمكانه حتى يأتي رمضان آخر ، وثانيها مايلزم فيه القضاء دون الفدية وهو يكثر كمغمى عليه ، وثالثها ما يلزم فيه الفدية دون القضاء وهوشيخ كبير ، ورابعها لا ولا وهو المجنون الذي لم يتعد بجنونه

Membatalkan puasa di siang Ramadhan terbagi empat macam, yaitu:
1. Diwajibkan, sebagaimana terhadap wanita yang haid atau nifas.
2. Diharuskan, sebagaimana orang yang berpergian dan orang yang sakit.
3. Tidak diwajibkan, tidak diharuskan, sebagaimana orang yang gila.
4. Diharamkan (ditegah), sebagaimana orang yang menunda qhadha Ramadhan, padahal mungkin dikerjakan sampai waktu qhadha tersebut tidak mencukupi.
Kemudian terbagi orang-orang yang telah batal puasanya kepada empat bagian, yaitu:
1. Orang yang diwajibkan qhadha dan fidyah, seperti perempuan yang membatalkan puasanya karena takut terhadap orang lain saperti bayinya. Dan seperti orang yang menunda qhadha puasanya sampai tiba Ramadhan berikutnya.
2. Orang yang diwajibkan mengqhadha tanpa membayar fidyah, seperti orang yang pingsan.
3. Orang yang diwajibkan terhadapnya fidyah tanpa mengqhadha, seperti orang yang sangat tua yang tidak kuasa.
4. Orang yang tidak diwajibkan mengqhadha dan membayar fidyah, seperti orang gila yang tidak disengaja.

YANG TIDAK MEMBATALKAN PUASA
فصل : الذي لا يفطِر مما يصل إلى الجوف سبعة أفراد : مايصل إلى الجوف بنسيان ، أو جهل ، أو إكراه ، وبجريان ريق بما بين أسنانه وقد عجز عن مجه لعذره ، وما وصل إلى الجوف وكان غبار طريق ، وما وصل إليه وكان غربلة دقيق ، أوذبابا طائرا أو نحوه

Perkara-perkara yang tidak membatalkan puasa sesudah sampai ke rongga mulut ada tujuh macam, yaitu:
1. Ketika kemasukan sesuatu seperti makanan ke rongga mulut dengan lupa.
2. Atau tidak tahu hukumnya.
3. Atau dipaksa orang lain.
4. Ketika kemasukan sesuatu ke dalam rongga mulut, sebab air liur yang mengalir diantara gigi-giginya, sedangkan ia tidak mungkin mengeluarkannya.
5. Ketika kemasukan debu jalanan ke dalam rongga mulut.
6. Ketika kemasukan sesuatu dari ayakan tepung ke dalam rongga mulut.
7. Ketika kemasukan lalat yang sedang terbang atau seumpamanya ke dalam rongga mulut.

E. Penjelasan Mengenai Puasa Ramadhan Di Dalam Kitab Matan Al-Ghayah Wat-Taqrib Karangan Abu Syuja’ Ahmad bin Al-Husain bin Ahmad Al-Asfahani


SYARAT WAJIB PUASA

وشرائط وجوب الصيام أربعة أشياء : الإسلام والبلوغ والعقل والقدرة على الصوم

Syarat wajib puasa ada empat, yaitu:
 1. Islam,
 2. Baligh,
 3. Berakal sehat,
 4. Mampu berpuasa.

 FARDLU PUASA

وفرائض وجوب الصوم أربعة أشياء: النية والإمساك عن الأكل والشرب والجماع وتعمد القيء

Fardlu puasa ada empat, yaitu:
 1. Niat,
 2. Menahan diri dari makan dan minum,
 3. Menahan diri dari jimak (hubungan intim) dan
 4. Menahan diri dari sengaja muntah.

 YANG MEMBATALKAN PUASA

والذي يفطر به الصائم عشرة أشياء : ما وصل عمدا إلى الجوف أو الرأس والحقنة في أحد السبيلين والقيء عمدا والوطء عمدا في الفرج والإنزال عن مباشرة والحيض والنفاس والجنون والردة

Yang membatalkan puasa ada sepuluh, yaitu:
 1. Suatu benda yang sampai dengan sengaja ke dalam perut,
 2. Suatu benda yang sampai dengan sengaja ke rongga kepala,
 3. Suntik ke salah satu dua jalan (kemaluan depan belakang),
 4. Muntah dengan sengaja,
 5. Hubungan intim (jimak) secara sengaja di kemaluan wanita,
 6. Keluar mani (sperma) sebab persentuhan,
 7. Haidl,
 8. Nifas,
 9. Gila,
 10. Murtad (keluar dari Islam).

 YANG DISUNNAHKAN SAAT PUASA

ويستحب في الصوم ثلاثة أشياء : تعجيل الفطر وتأخير السحور وترك الهجر من الكلام

Dan disunnahkan dalam berpuasa itu tiga hal:
 1. Cepat-cepat (bersegera) berbuka (ketika waktunya datang);
 2. Mengakhirkan sahur;
 3. Meninggalkan perkataan keji (buruk).

HARI YANG HARAM BERPUASA

ويحرم صيام خمسة أيام : العيدان وأيام التشريق الثلاثة

Haramlah berpuasa pada hari-hari yang lima, yaitu:
Dua hari - pada dua hari raya (Fitri dan Adha);
Tiga hari - pada hari tasyriq yang tiga (tanggal 11, 12, 13 Dzul Hijjah).

 MAKRUH BERPUASA

ويكره صوم يوم الشك إلا أن يوافق عادة له

Dan dimakruhkan (makruh tahrim) berpuasa pada hari keraguan (yaitu tanggal 30 Sya’ban, bila keadaan rukyah masih meragukan), kecuali bila bertepatan dengan hari kebiasaan bagi dia (berpuasa sunnah).

BERSETUBUH PADA SIANG HARI RAMADHAN

ومن وطئ في نهار رمضان عامدا في الفرج فعليه القضاء والكفارة وهي : عتق رقبة مؤمنة ، فإن لم يجد فصيام شهرين متتابعين ، فإن لم يستطع فإطعام ستين مسكينا لكل مسكين مد

Barangsiapa bersetubuh (berhubungan intim) pada siang hari bulan Ramadhan dengan sengaja pada kemaluan (muka atau belakang) wajiblah ia mengqadha dan membayar kafarat (denda) yaitu memerdekakan budak mukmin.
Jika tidak ada, wajiblah ia berpuasa dua bulan berturut-turut.
Jika tidak dapat (mengerjakannya) wajiblah ia memberi makan kepada 60 orang miskin, untuk tiap orang 1 mud (6 ons makanan pokok).

ORANG MATI DAN MENANGGUNG PUASA RAMADHAN

ومن مات وعليه صيام من رمضان أطعم عنه لكل يوم مد

Barangsiapa meninggal dunia sedang ia mempunyai tanggungan puasa dari Ramadlan, haruslah dikeluarkan makanan atas namanya (kepada orang miskin, oleh walinya dari harta peninggalannya) untuk tiap hari 1 mud).

ORANG TUA YANG TIDAK MAMPU BERPUASA

والشيخ إن عجز عن الصوم يفطر ويطعم عن كل يوم مدا

Orang tua yang telah lanjut usia (pikun, termasuk juga orang sakit yang tak ada harapan untuk sembuh) jika tidak kuat berpuasa, boleh berbuka (tidak puasa) dan harus memberi makan (kepada orang miskin) untuk tiap hari 1 mud.

 WANITA HAMIL DAN MENYUSUI

والحامل والمرضع إن خافتا على أنفسهما : أفطرتا وعليهما القضاء وإن خافتا على أولادهما : أفطرتا وعليهما القضاء والكفارة عن كل يوم مد وهو رطل وثلث بالعراقي

Wanita hamil dan wanita yang menyusui jika kuatir akan terganggu kesehatan dirinya, boleh berbuka (tidak puasa) dan wajiblah keduanya mengqadha.
 Jika keduanya kuatir akan (terganggu kesehatan) anaknya, boleh berbuka puasa dan wajib mengqadha serta membayar kafarat untuk tiap hari 1 mud yaitu ½ kati Irak (6 ons).

 ORANG SAKIT DAN MUSAFIR

والمريض والمسافر سفرا طويلا يفطران ويقضيان

Orang sakit dan orang musafir yang bepergian jauh boleh keduanya berbuka dan harus mengqadla.

 I’TIKAF

فصل : والاعتكاف سنة مستحبة وله شرطان : النية والبث في المسجد

I’TIKAF atau berdiam diri di masjid itu adalah sunnah yang disenangi oleh Allah. Dan i'tikaf itu mempunyai 2 syarat, yaitu niat dan berdiam di masjid.

ولا يخرج من الاعتكاف المنذور إلا لحاجة الإنسان أو عذر من حيض أو مرض لا يمكن المقام معه ويبطل بالوطء

Seseorang tidak boleh keluar dari (masjid ketika menjalankan) i'tikaf yang dinazari kecuali untuk keperluan manusia (seperti kencing dan berak) atau karena terhalang oleh haid atau sakit yang tak memungkinkan orang berdiam di masjid Dan batallah i'tikaf itu sebab persetubuhan (hubungan intim).

F. Beberapa Hadits Tentang Puasa.
Disebutkan didalam Kitab Matan Lubab Al-Hadits Karangan Jalaluddin 'Abdur-Rahman bin Abu Bakar As-Suyuthiy dengan Syarah Tanqih Al-Qaul Al-Hatsits Karangan Asy-Syaikh Muhammad bin 'Umar An-Nawawiy Al-Bantaniy, halaman 23-25.

1. Rasulullah menceritakan tentang firman Allah Ta'ala:
كل حسنة بعشر أمثالها الى سبعمائة ضعف إلا الصيام فإنه لى وأنا أجزى به
"Tiap-tiap amal kebaikan pahalanya akan dilipatgandakan sepuluh kali lipat hingga tujuh ratus kali lipat kecuali puasa, maka puasa itu adalah untuk-Ku dan Aku yang akan memberikan balasannya".
Allah SWT berfirman didalam Al-Hadits Al-Qudsi:
الصوم لى وأنا أجزى به
"Puasa itu adalah untuk-Ku dan Aku yang akan memberikan balasan".
Riwayat: Ath-Thabraniy dari Abu Umamah dengan isnad hasan.

2. Rasulullah SAW bersabda:
للصائم فرحتان يفرح بهما فرحة عند إفطاره وفرحة عند لقاء ربه
"Untuk orang yang berpuasa itu memperoleh dua kebahagiaan yang dia berbahagia dengan dua kebahagiaan tersebut, yaitu satu kebahagiaan ketika berbuka puasa (dengan hilang rasa lapar dan hausnya ketika dibolehkan berbuka puasa baginya dan ketika sempurna puasanya), dan satu kebahagiaan lagi ketika bertemu dengan Tuhannya (pada hari kiamat)".
Wahhab bin Munabbah berkata:
ليس للمؤمن راحة دون لقاء ربه
"Tidak ada kebahagiaan bagi seorang mukmin selain bertemu dengan Tuhannya".

3. Rasulullah SAW bersabda:
لخلوف فم الصائم أطيب عند الله من ريح المسك
"Bau mulut orang yang berpuasa disisi Allah lebih disukai daripada harum kasturi".

4. Rasulullah SAW bersabda:
عليكم بالغنيمة الباردة قالوا يا رسول الله وما الغنيمة الباردة ؟ قال الصوم فى الشتاء الغنيمة الباردة
"Wajib atas kamu memperoleh kemudahan yang menyenangkan".
Sahabat bertanya: "hai Utusan Allah, apakah kemudahan yang menyenangkan itu?".
Dia bersabda: "Berpuasa pada musim dingin yang mudah lagi menyenangkan".

5. Rasulullah SAW bersabda:
من صام يوما من رمضان غفرله ما تقدم من ذنبه وما تأخر فإذا تم رمضان لا يكتب عليه ذنب إلى الحول الاخر فإن مات قبل رمضان اخر جاء يوم القيامة وليس عليه ذنب
"Barangsiapa yang berpuasa satu hari dari bulan Ramadhan, niscaya diampuni untuknya dosa-dosanya yang telah lalu dan dosa-dosanya yang kemudian.
Apabila telah habis Ramadhan, niscaya tidak dituliskan dosa atas dirinya hingga datang tahun berikutnya.
Jika ia meninggal dunia sebelum datang Ramadhan berikutnya, niscaya ia datang pada hari kiamat padahal tidak ada dosa atas dirinya".

6. Rasulullah SAW bersabda:
من صام رمضان إيمانا واحتسابا غفرله ما تقدم من ذنبه وما تأخر
"Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan dengan keimanan dan semata karena Allah, niscaya diampuni untuknya dosa-dosanya yang telah lalu dan yang kemudian".
Riwayat: Al-Khathib dari Ibnu 'Abbas.

7. Rasulullah SAW bersabda:
لو أذن الله للسموات والأرض أن تتكلما لقالتا بشرى لمن صام رمضان بالجنة
"Kalau sekiranya diberikan izin oleh Allah kepada langit dan bumi untuk berbicara, niscaya sungguh keduanya (langit dan bumi) akan berkata menyampaikan kabar gembira dengan (masuk) syurga untuk orang-orang yang berpuasa Ramadhan".

8. Rasulullah SAW bersabda:
الصيام جنة من النار كجنة أحدكم من القتال
"Puasa itu adalah perisai (pelindung) daripada api neraka sama seperti perisai (pelindung) salah seorang kamu daripada peperangan".
Maksudnya, sama seperti baju besi yang dapat mencegah dari terbunuh didalam peperangan.
Riwayat: Ibnu Majah dari 'Utsman bin Abu Al-'Ash.
Status hadits: Sahih.
Kata جنة Junnah dibaca dengan dlammah huruf Jim.
Dan pada ucapan lain:
الصوم جنة أحدكم من النار كدرع أحدكم فى القتال
"Puasa itu adalah perisai (pelindung) salah seorang kamu daripada api neraka sama seperti baju besi salah seorang kamu didalam peperangan".

9. Rasulullah SAW bersabda:
الصائم اذا أفطرصلت عليه الملائكة حتى يفرغ
"Orang yang berpuasa ketika berbuka puasa hingga selesai akan didoakan untuknya oleh para malaikat dengan doa keberkatan atau dimohonkan keampunan untuknya oleh para malaikat".

10. Rasulullah SAW bersabda:
لكل شئ زكة وزكة الجسد الصوم
"Untuk segala sesuatu itu ada zakat (sedekah)nya, dan zakat tubuh itu adalah puasa".
Riwayat: Ibnu Majah dari Abu Hurairah dan Thabraniy dari Sahal bin Sa'ad.

11. Rasulullah SAW bersabda:
نَوْمُ الصَّائِمِ عِبَادَةٌ وَ صُمْتُهُ تَسْبِيْحٌ وَ عَمَلُهُ مُضَاعَفٌ وَ دُعَاؤُهُ مُسْتَجَابٌ وَ ذَنْبُهُ مَغْفُوْرٌ
”Tidurnya orang berpuasa itu adalah ibadah, diamnya adalah tasbih, amalnya akan dilipatgandakan, doanya terkabulkan dan dosanya terampuni.”
Riwayat: Al-Baihaqi dari Abdullah bin Abu Aufa.
Status hadits: Dla'if (lemah).

12. Hadits tentang Rukun Islam
عَنْ أَبِيْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَبْدِ اللهِ بْنِ عُمَرَ بْن الخَطَّابِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا قَالَ: سَمِعْتُ النبي صلى الله عليه وسلم يَقُوْلُ: بُنِيَ الإِسْلامُ عَلَى خَمْسٍ: شَهَادَةِ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ الله وَأَنَّ مُحَمَّدَاً رَسُوْلُ اللهِ، وَإِقَامِ الصَّلاةِ، وَإِيْتَاءِ الزَّكَاةِ، وَحَجِّ البِيْتِ، وَصَوْمِ رَمَضَانَ، رواه أحمد و الترمذى و البُخارِيُّ وَ مُسلِمٌ
Dari Abu 'Abdirrahman 'Abdullah bin 'Umar bin Al-Khaththab Radhiyallahu 'anhuma, dia mengatakan, Saya mendengar Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, Islam itu dibangun di atas lima tiang: syahadat bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Allah dan Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya, menegakkan shalat, menunaikan zakat, berhaji ke Baitullah, dan berpuasa Ramadhan.
Riwayat: Ahmad, At-Tirmizi, Al-Bukhari dan Muslim.

13. Rasulullah SAW bersabda:
صلوا خمسكم وزكوا أموالكم وصوموا شهركم وحجوا بيت ربكم تدخلوا جنة ربكم بغير حساب
"Shalatlah lima kamu (maksudnya shalat kamu yang lima), zakatkanlah pada hartamu, berpuasalah pada bulan kamu (maksudnya Ramadhan sebagaimana diriwayatkan dari 'Ikrimah dari Ibnu 'Abbas ra dari Rasulullah SAW bersabda:
رَجَبٌ شَهْرُ اللهِ، وَشَعْبانُ شَهْرِيْ، وَرَمَضانُ شَهْرُ أُمَّتِيْ
”Rajab adalah bulannya Allah, Sya’ban adalah bulanku dan Ramadhan adalah bulan umatku.”) dan berhajilah kepada Rumah Tuhanmu (maksudnya Ka'bah yang mulia), masuklah kamu ke dalam surga Tuhanmu dengan tanpa hisab".
Allahu A’lam.

Sunday, 29 May 2016

Diam


Diam

Diam bukan berarti kita bodoh
Diam bukan berarti kita tak tau
Diam bukan karena kita takut
Diam bukan karena kita pengecut
Diam itu hikmah,
Diam itu menyerap ilmu
Diam itu mengatur gerak
Diam itu membaca tingkah
Diam itu membentuk sabar
Diam itu mengekang nafsu
Peliharalah akhlakmu karena ia adalah sumber kecantikanmu.
Peliharalah agamamu karena ia adalah peganganmu.
Peliharalah amalanmu karena ia adalah pakaian ukhrawi mu.
Peliharalah lisan mu karena ia adalah hatimu yang menentukan baik buruk dirimu...

Berikut Beberapa Hadits Nabi Muhammad SAW Mengenai Keutamaan Diam.


قال النبي صلى الله عليه وسلم العافية عشرة أجزاء تسعة فى الصمت والعاشرة فى العزلة عن الناس


Nabi Muhammad SAW bersabda: “Keselamatan itu ada sepuluh bagian, yang sembilan bagian dalam waktu diam dan yang kesepuluh pada waktu menjauhi dari manusia.” (HR. Ad-Dailimi dari Ibnu ’Abbas).


قال صلى الله عليه وسلم لكل شيء نجاسة ونجاسة اللسان البذاءة

Nabi Muhammad SAW bersabda: “Setiap sesuatu ada najisnya dan najis lisan adalah berkata buruk.”

قال صلى الله عليه وسلم من صمت نجا

Nabi Muhammad SAW bersabda: “Barangsiapa diam maka selamat.”


قال صلى الله عليه وسلم سكوت العالم شين وكلامه زين وكلام الجاهل شين وسكوته زين


Nabi Muhammad SAW bersabda: “Diamnya orang alim adalah jelek dan bicaranya adalah hiasan. Perkataan orang bodoh adalah jelek dan diamnya orang bodoh adalah hiasan.”


قال صلى الله عليه وسلم أصل الإيمان السكوت إلا عن ذكر الله تعالى


Nabi Muhammad SAW bersabda: “Pokonya iman itu diam kecuali dzikir kepada Allah SWT.”


قال صلى الله عليه وسلم الصمت زين العالم وستر للجاهل


Nabi Muhammad SAW bersabda: “Diam itu hiasan bagi orang alim dan tabir bagi orang bodoh.” (HR. Abu Syaikh dari Mihraz bin Zuhair Al-Aslami).


قال صلى الله عليه وسلم كم من كلمة سلبت نعمة وكم من كلمة جلبت نعمة


Nabi Muhammad SAW bersabda: “Banyak kalimat yang menghilangkan kenikmatan dan banyak kalimat yang menarik kenikmatan.”


قال صلى الله عليه وسلم من أخرس لسانه لم يستحق أحد مهماته


Nabi Muhammad SAW bersabda: “Barangsiapa menjaga lisannya maka tidak ada seseorang yang berhak menghinakannya.”


قال صلى الله عليه وسلم الحكمة عشرة أجزاء تسعة منها فى العزلة وواحد فى الصمت


Nabi Muhammad SAW bersabda: “Hikmah itu ada sepuluh, yang sembilan dalam ’uzlah (menjauhkan diri dari keramaian) dan satunya dalam diam.” (HR. Ibnu ’Adiy dan Lal dari Abu Hurairah).


قال صلى الله عليه وسلم الصمت حكم وقليل فاعله


Nabi Muhammad SAW bersabda: “Diam itu hikmah dan sedikit yang melakukannya.” (HR. Qudha’iy dari Anas bin Malik dan Ad-Dailimi dari Umar).

Galau Ala Jomblo


Galau Ala Jomblo

Aslinya, galau itu bukan trend baru. Sejak zaman Nabi Adam pun galau sudah melanda. Perpisahan Adam dan Hawa yang kabarnya diperjumpakan kembali setelah 400 tahun di Jabal Rahmah, yang kini diabadikan dalam sebuah tugu putih menjulang di atas bukit, yang penuh corat-coret spidol (saya yakin pelakunya para jomblo), jelas adalah bentuk kegalauan yang tiada tertandingi dalam sejarah peradaban manusia. Lha bayangin mblo, 400 tahun terpisah.
Tidak bermaksud menghina lho ya, tapi perpisahan Rangga dan Cinta yang hanya 14 tahun, lalu dipertemukan kembali oleh LINE, jelas tidak bisa dijadikan tandingan pada sejarah kegalauan Adam dan Hawa itu.
Maka bila kini kamu sudah umur 25 tahunan dan belum pernah yang-yangan, bisikin hatimu sendiri biar tidak galau, “Iiih, baru 25 tahun juga, ga ada apa-apanya dibanding 400 tahun.”
Hanya bedanya nih ya, bila Nabi Adam menumpahkan galaunya dengan doa yang dilantunkan berulang-ulang selama 400 tahun:

 رَبَّنَا ظَلَمۡنَآ أَنفُسَنَا وَإِن لَّمۡ تَغۡفِرۡ لَنَا وَتَرۡحَمۡنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ ٱلۡخَٰسِرِينَ


“Ya Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi.”
(QS. Al-A’raaf [7] : 23).

Kalau jomblo gadget masa kini berdoa dengan status, PM, twet, path sejenis gini:
“Semua akan indah pada waktunya”
Ini jenis status jomblo yang mencitrakan dirinya baik-baik saja.

“Semoga tahajjudku ini berbuah berkah, Ya Allah, didekatkan padanya”
Ini jenis status religi anak shalih atau shalihah yang rajin tahajjud di akunnya.

“Tuhan, jika dia jodohku dekatkanlah. Jika dia bukan jodohku, jauhkanlah kami”
Ini jenis status yang heorik banget sampai maksa Tuhan segala.

“Jomblo bukanlah masalah. Aku bahagia tanpa harus pacaran kok”.
Ini jenis status yang entah sebab pilihan prinsip atau berprinsip sebab keadaan, entahlah.

“Resolusi tahun 2017: MENIKAH!”
Ini status paling mengharukan bila dituliskan saat tidak ada bayangan siapa-siapa di sampingnya untuk diajak menikah.

Baiklah, haru biru galau kaum jomblo yang terekspos sedemikian mengharukannya di sosmed itu menandakan bahwa menyendiri itu tidak enak. Asli tidak enak. Kalau ada yang membantah, dengan argumen paling felix sekalipun, pastilah ia sedang pura-pura lupa bahwa Indonesia pernah memiliki lagu spektakuler Caca Handika:
“Masak masak sendiri, makan makan sendiri, cuci baju sendiri, tidur pun sendiriii….”.

Nah..... Solusinya?
Ayo menikah.
Berikut Beberapa Hadits Nabi Muhammad SAW Mengenal Keutamaan Menikah.



قال النبي عليه الصلاة والسلام التزويج بركة والولد رحمة فأكرموا أولادكم فإن كرامة الأولاد عبادة


Nabi Muhammad SAW bersabda: “Nikah itu berkah dan anak itu rahmat, maka muliakanlah anak-anak kamu. Karena sesungguhnya memuliakan anak itu adalah ibadah.”



قال عليه الصلاة والسلام النكاح سنتي فمن رغب عن سنتي فليس مني


Nabi Muhammad SAW bersabda: “Nikah itu sunnahku, maka barangsiapa benci sunnahku maka tidak termasuk golonganku.”


قال عليه الصلاة والسلام الحرائر صلاح البيت والإماء فساد البيت


Nabi Muhammad SAW bersabda: “Wanita-wanita merdeka itu kemaslahatan rumah. Wanita-wanita budak itu kehancuran rumah.” (HR. Ad-Dailimi dan Tsa’labi dari Abu Hurairah).


قال عليه الصلاة والسلام من أراد أن يلقي الله طاهرا مطهرا فليتزوج الحرائر


Nabi Muhammad SAW bersabda: “Barangsiapa ingin berjumpa Allah SWT dalam keadaan suci dan disucikan maka nikahilah wanita-wanita merdeka.” (HR. Ibnu Majah dari Anas bin Malik).


قال عليه الصلاة والسلام التمسوا الرزق بالنكاح


Nabi Muhammad SAW bersabda: “Carilah rezeki dengan menikah. ” (HR. Ad-Dailimi dari Ibnu ’Abbas).


قال عليه الصلاة والسلام من تزوج فقد أعطى نصف العبادة


Nabi Muhammad SAW bersabda: “Barangsiapa menikah maka dia benar-benar telah dikasih separuh ibadah.” (HR. Abu Ya’la dari Anas bin Malik).


قال عليه الصلاة والسلام شراركم عزابكم


Nabi Muhammad SAW bersabda: “Sebagian orang-orang yang buruk di antara kamu adalah orang-orang bujangan.” (HR. Abu Ya’la, Thabrani dan Ibnu Adiy dari Abu Hurairah).


قال صلى الله عليه وسلم شراركم عزابكم وأراذل موتاكم عزابكم


Nabi Muhammad SAW bersabda: “Sebagian orang-orang yang buruk di antara kamu adalah orang-orang bujangan dan orang-orang mati yang hina di antara kamu adalah orang-orang bujangan.” (HR. Imam Ahmad dari ’Athiyah bin Busr).


قال عليه الصلاة والسلام شراركم عزابكم ركعتان من متأهل خير من سبعين ركعة من غير متأهل


Nabi Muhammad SAW bersabda: “Sebagian orang-orang yang buruk di antara kamu adalah orang-orang bujangan. Dua raka’at (shalat) dari orang yang sudah kawin lebih baik daripada tujuh puluh raka’at (shalat) dari orang yang tidak kawin.” (HR. Ibnu ’Adiy dari Abu Hurairah).


قال عليه الصلاة والسلام ما أطعمت زوجتك فهو لك صدقة


Nabi Muhammad SAW bersabda: “Makanan yang kamu berikan kepada istrimu adalah sedekah bagimu.” (HR. Ahmad dan Tabrani dari Al-Miqdam bin Ma’dikarib dengan isnad shahih).

Friday, 27 May 2016

KEJELEKAN DAN KEISTIMEWAAN PADA WANITA


KEJELEKAN DAN KEISTIMEWAAN PADA WANITA.

Allah SWT telah mengabarkan kepada kita bahwa kehidupan ini adalah fana dan tidak kekal.
Sesuatu yang fana berarti sesuatu yang tidak abadi adanya, yang memiliki masa berlaku.
Yang akan berakhir menuju ketiadaan.

Mengenai kapankah kehidupan dunia ini akan berakhir hanya Allah SWT sendiri yang mengetahuinya.Akan tetapi Allah SWT telah menjelaskan sinyal-sinyal atau ciri-ciri mengenai hari kiamat itu akan terjadi, melalui perenungan akan berbagai alamat mendekati hari akhir, dapat menjadi peringatan juga bagi kita semua untuk lebih mempersiapkan dan membekali diri dengan amal shalih.
Rasulullah SAW bersabda:
“Sesungguhnya di antara tanda-tanda akan datangnya hari kiamat adalah: diangkatnya ilmu, merebaknya kebodohan, merajalelanya perzinahan, merajalelanya khamar (minuman keras), sedikitnya jumlah laki-laki, banyaknya jumlah wanita sehingga lima puluh wanita dipimpin oleh satu orang laki-laki”. (HR. Bukhari).

Apakah sudah tampak saat ini tanda-tanda tersebut?
Rasulullah SAW bersabda:
“Engkau akan melihat seorang laki-laki diikuti oleh empat puluh wanita, yang tak lain hal ini disebabkan oleh sedikitnya jumlah laki-laki dan banyaknya jumlah wanita”. (HR. Bukhari).

Juga dalam riwayat lain disebutkan ketika Rasulullah SAW ditanya oleh malaikat Jibril mengenai kapankah terjadinya hari akhir, beliau menjawab: “Tidaklah yang ditanya lebih tahu dari pada yang bertanya”.
Kemudian Rasul menyebutkan beberapa ciri hari akhir, yaitu: seorang budak wanita melahirkan majikannya dan manusia saling bermegah-megahan dalam membangun.
Bisakah kita memaknainya?
Coba lihat disekitar kita, apakah sudah tampak saat ini?

Beberapa hadits yang disebutkan di atas menggambarkan kepada kita mengenai keadaan kaum wanita menjelang hari akhir.
Lalu yang menjadi pertanyaan dan patut kita renungi sebagai kaum wanita adalah: telah tampakkah keadaan-keadaan yang Rasulullah SAW gambarkan tersebut di atas?
Mari kita lihat beberapa realita fenomena wanita di zaman sekarang ini.


⚫ Alasan neraka nantinya akan dipenuhi oleh wanita.
Tentang hal ini, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassalam bersabda :
“Aku melihat ke dalam Surga maka aku melihat kebanyakan penduduknya adalah fuqara (orang-orang fakir) dan aku melihat ke dalam neraka maka aku menyaksikan kebanyakan penduduknya adalah wanita.” (HR. Bukhari dan Muslim dari Ibnu Abbas dan Imran serta selain keduanya).

 ⚫ Ciri-ciri wanita di akhir zaman dan penghuni Neraka.
Dalam hadits lainnya, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassalam menjelaskan tentang wanita penduduk neraka, beliau bersabda:

1. Tabarruj : Yang dimaksud dengan tabarruj ialah seorang wanita yang menampakkan “perhiasannya” dan keindahan tubuhnya serta apa-apa yang seharusnya wajib untuk ditutupi dari hal-hal yang dapat menarik syahwat lelaki.
Hal ini kita dapati pada sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassalam tentang wanita-wanita yang berpakaian tapi hakikatnya telanjang dikarenakan minimnya pakaian mereka dan tipisnya bahan kain yang dipakainya.
Yang demikian ini sesuai dengan komentar Ibnul ‘Abdil Barr Rahimahullah ketika menjelaskan sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassalam tersebut.
Ibnul ‘Abdil Barr menyatakan: “Wanita-wanita yang dimaksudkan Nabi Shallallahu ‘alaihi wassalam adalah yang memakai pakaian yang tipis yang membentuk tubuhnya dan tidak menutupinya, maka mereka adalah wanita-wanita yang berpakaian pada dhahirnya dan telanjang pada hakikatnya.”
Mereka adalah wanita-wanita yang hobi menampakkan “perhiasan” mereka, padahal Allah Subhanahu wa Ta’ala telah melarang hal ini dalam firman-Nya:

    وَلَا يُبۡدِينَ زِينَتَهُنَّ

 “Dan janganlah mereka menampakkan perhiasan-perhiasan mereka.” (QS.An-Nur : 31).


Rasulullah SAW bersabda : “ … dan wanita-wanita yang berpakaian tetapi hakikatnya mereka telanjang, melenggak-lenggokkan kepala mereka karena sombong dan berpaling dari ketaatan kepada Allah dan suaminya, kepala mereka seakan-akan seperti punuk onta. Mereka tidak masuk surga dan tidak mendapatkan wanginya surga padahal wanginya bisa didapati dari jarak perjalanan sekian dan sekian.” (HR. Muslim dan Ahmad dari Abu Hurairah radliyallahu ‘anhu).

Firman Allah:

              وَلۡيَضۡرِبۡنَ بِخُمُرِهِنَّ عَلَىٰ جُيُوبِهِنَّۖ          

“Hendaklah mereka (perempuan) melabuhkan kain tudung hingga menutupi dada-dada mereka.” (QS. An-Nur:31).

“Rasullulah melaknat perempuan yang mengikir gigi atau meminta supaya dikikirkan giginya.” (HR. At-Thabrani).

“Dilaknat perempuan yang menjarangkan giginya supaya menjadi cantik, yang mengubah ciptaan Allah.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Apakah yang dimaksud disini adalah kawat gigi / behel?

Simpulkan sendiri, apakah wanita seperti ini sudah muncul saat ini?
Memakai pakaian tertutup tapi masih membentuk tubuhnya?

2. Penyebab sedikitnya kaum wanita yang masuk surga adalah hawa nafsu yang mendominasi pada diri mereka, kecondongan mereka kepada kesenangan-kesenangan dunia, dan berpaling dari akhirat karena kurangnya akal mereka dan mudahnya mereka untuk tertipu dengan kesenangan-kesenangan dunia yang menyebabkan mereka lemah untuk beramal.

3. Kemudian mereka juga sebab yang paling kuat untuk memalingkan kaum pria dari akhirat dikarenakan adanya hawa nafsu dalam diri mereka, kebanyakan dari mereka memalingkan diri-diri mereka dan selain mereka dari akhirat, cepat tertipu jika diajak kepada penyelewengan terhadap agama dan sulit menerima jika diajak kepada akhirat.

4. Kufur terhadap suami dan kebaikan-kebaikannya.
Yakni seorang istri yagn mengingkari kebaikan-kebaikan suaminya selama sekian waktu yang panjang hanya dengan sikap suami yang tidak cocok dengan kehendak sang istri sebagaimana kata pepatah: “Panas setahun dihapus oleh hujan sehari”.
Selalu merasa kurang akan apa yang diberikan suami, salah satu contohnya adalah gaji.
Padahal yang harus dilakukan oleh seorang istri ialah bersyukur terhadap apa yang diberikan suaminya, janganlah ia mengkufuri kebaikan-kebaikan sang suami, karena Allah Subhanahu wa Ta’ala tidak akan melihat istri seperti ini sebagaimana dijelaskan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassalam: “Allah tidak akan melihat kepada wanita yang tidak mensyukuri apa yang ada pada suaminya dan tidak merasa cukup dengannya.” (HR. Nasai dari Abdullah bin ‘Amr).

5. Durhaka terhadap suaminya.
Tiga bentuk kedurhakaan wanita itu adalah:
 - Durhaka dengan ucapan.
 - Durhaka dengan perbuatan.
 - Durhaka dengan ucapan dan perbuatan.
Bentuk kedurhakaan ini ialah apabila seorang istri membicarakan perbuatan suami yang tidak ia sukai kepada teman-teman atau keluarganya tanpa sebab yang diperbolehkan syar’i. Atau ia menuduh suaminya dengan tuduhan-tuduhan dengan maksud untuk menjelekkannya dan merusak kehormatannya sehingga nama suaminya jelek di mata orang lain. Bentuk serupa adalah apabila seorang istri meminta di thalaq atau di khulu’ tanpa sebab atau ia mengaku-aku telah dianiaya atau dianiaya oleh suaminya atau yang semisal dengan itu.
Apabila seorang istri keluar rumah tanpa izin suaminya walaupun hanya untuk mengunjungi kedua orang tuanya.

6. Wanita yang senang bergunjing / gosip.
Rasulullah SAW menegaskan pengertian bergunjing sebagai berikut:
“Tahukah kamu apa ghibah itu?”. Mereka menjawab: “Hanya Allah dan Rasul-Nya jualah yang tahu”. Maka beliau bersabda, menjelaskan: “Memperbincangkan saudaramu tentang apa yang tak disukainya”. Lalu tanya mereka pula: “Kalau yang diperbincangkan itu benar, ya, Rasulullah?”. Rasulullah menjawab: “Kalau yang diceritakan itu benar, maka engkau telah melakukan ghibah terhadap saudaramu itu. Kalau yang dibicarakan itu tidak benar, maka engkau telah melakukan kepalsuan terhadap saudaramu”.
Dalam suatu hadits yang diriwayatkan Imam Muslim, Rasulullah SAW bersabda:
“Orang yang menutup ‘aib orang lain di dunia, niscaya Allah menutup ‘aibnya pula kelak di hari kiamat.”
Rasulullah SAW ketika ditanya tentang kebanyakan hal-hal yang dapat memasukkan manusia ke dalam neraka, beliaupun menjawab:
“Mulut dan kemaluan!” (HR. Tirmidzi).

Kita seringkali membicarakan perilaku jelek seseorang tanpa mengetahui alasan mengapa ia berbuat demikian entah di sosial media, media tv, maupun di dunia nyata.

Padahal seharusnya manusia itu dinilai dari niatnya. Bisa saja seseorang mempunyai niat yang baik, tetapi karena kurangnya wawasan maka tindakannya terkesan tidak simpatik.

Rasulullah SAW bersabda:
“Sesungguhnya segala amal itu ditinjau dari niatnya, dan setiap orang akan diganjar sesuai dengan apa yang diniatkan.”

7. Wanita yang menebarkan fitnah.
Rasulullah SAW bersabda:

مَا تَرَكْتُ بَعْدِي فَتْنَةً أَضَرَّ عَلَى الرِّجَالِ مِنَ النِّسَاءِ

“Aku tidak meninggalkan satupun fitnah sepeninggalku yang lebih membahayakan para lelaki kecuali para wanita.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim).
Dari hadits diatas diebutkan bahwa fitnah wanita lebih berbahaya jika keluar dari mulutnya.
Sejarah sudah berbicara bahwa betapa banyak tokoh-tokoh dunia yang tidak beriman kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan hancur karirnya hanya disebabkan bujuk rayu wanita.
Dan berapa banyak persaudaraan terputus hanya dikarenakan wanita?
Berapa banyak seorang anak tega dan menelantarkan ibunya demi mencari cinta seorang wanita?
Dan masih banyak lagi kasus lainnya yang dapat membuktikan bahwa wanita model mereka ini memang pantas untuk tidak mendapatkan wanginya surga.
Hanya dengan ucapan dan rayuan seorang wanita, wanita mampu menjerumuskan kaum pria ke dalam lembah dosa dan hina terlebih lagi jika mereka bersolek dan menampakkan diri dihadapan kaum pria.
Sungguh merugi wanita-wanita yang melakukan hal ini. Mereka lebih memilih jalan ke neraka daripada jalan ke Surga, karena memang biasanya wanita yang melakukan hal-hal ini ini tergoda oleh angan-angan dan kesenangan dunia yang menipu.
Tidak mengherankan lagi jika di sana-sini terjadi pelecehan, pemerkosaan terhadap kaum wanita, karena yang demikian itu adalah hasil dari perbuatan dari kaum mereka sendiri.
Allah SWT berfirman:

يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّبِيُّ قُل لِّأَزۡوَٰجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَآءِ ٱلۡمُؤۡمِنِينَ يُدۡنِينَ عَلَيۡهِنَّ مِن جَلَٰبِيبِهِنَّۚ ذَٰلِكَ أَدۡنَىٰٓ أَن يُعۡرَفۡنَ فَلَا يُؤۡذَيۡنَۗ وَكَانَ ٱللَّهُ غَفُورٗا رَّحِيمٗا

“Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.” Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Al-Ahzab : 59).

Padahal pintu-pintu kebaikan dan pintu-pintu surga terbuka buat wanita, dan Allah telah memudahkan wanita untuk masuk ke dalam surga, dan wanita telah mendapatkan kelebihan dan keistimewaan.

⚫ Keistimewaan Wanita

1. Wanita yang salehah (baik) itu lebih baik daripada 70 orang pria yang saleh.
2. Wanita yang tinggal bersama anak-anaknya akan tinggal bersama aku (Rasulullah SAW) di dalam syurga.

3. Barang siapa mempunyai tiga anak perempuan atau tiga saudara perempuan atau dua anak perempuan atau dua saudara perempuan, lalu dia bersikap ihsan dalam pergaulan dengan mereka dan mendidik mereka dengan penuh rasa takwa serta bertanggungjawab, maka baginya adalah syurga.

4. Daripada Aisyah r.a. “Barang siapa yang diuji dengan sesuatu daripada anak-anak perempuannya, lalu dia berbuat baik kepada mereka, maka mereka akan menjadi penghalang baginya daripada api neraka.”
5. Syurga itu di bawah telapak kaki ibu.

6. Wanita yang taat berkhidmat kepada suaminya akan tertutup pintu-pintu neraka dan terbuka pintu-pintu syurga. Masuklah dari mana-mana pintu yang dia kehendaki dengan tidak dihisab.

7. Wanita yang taat akan suaminya, semua ikan-ikan di laut, burung di udara, malaikat di langit, matahari dan bulan, semuanya beristighfar baginya selama dia taat kepada suaminya serta menjaga sembahyang dan puasanya.

8. Perempuan apabila sembahyang lima waktu, puasa bulan Ramadhan, memelihara kehormatannya serta taat akan suaminya, masuklah dia dari pintu syurga mana saja yang dia kehendaki.

9. Tiap perempuan yang menolong suaminya dalam urusan agama, maka Allah SWT memasukkan dia ke dalam syurga lebih dahulu daripada suaminya dengan jarak 10.000 tahun perjalanan.

10. Apabila seseorang perempuan mengandung janin dalam rahimnya, maka beristighfarlah para malaikat untuknya. Allah SWT mencatat baginya setiap hari dengan 1000 kebaikan dan menghapuskan darinya 1000 kejahatan.

11. Apabila seseorang perempuan mulai sakit hendak bersalin, maka Allah SWT mencatat baginya pahala orang yang berjihad pada jalan Allah SWT.

12. Apabila seseorang perempuan melahirkan anak, keluarlah dia daripada dosa-dosa seperti keadaan ibunya melahirkannya.

13. Apabila telah lahir (anak) lalu disusui, maka bagi ibu itu setiap satu tegukan daripada susunya diberi satu kebajikan.

14. Apabila semalaman (ibu) tidak tidur dan memelihara anaknya yang sakit, maka Allah SWT memberinya pahala seperti memerdekakan 70 orang hamba dengan ikhlas untuk membela agama Allah SWT.

15. Seorang wanita salehah adalah lebih baik daripada 70 orang wali.

16. Seorang wanita yang jahat adalah lebih buruk dari pada 1000 pria yang jahat.

17. Rakaat shalat dari wanita yang hamil adalah lebih baik daripada 80 rakaat shalat wanita yang tidak hamil.

18. Wanita yang memberi minum air susu ibu (ASI) kepada anaknya daripada badannya (susu badannya sendiri) akan dapat satu pahala daripada tiap-tiap titik susu yang diberikannya.

19. Wanita yang melayani dengan baik suami yang pulang ke rumah di dalam keadaan letih akan mendapat pahala jihad.

20. Wanita yang melihat suaminya dengan kasih sayang dan suami yang melihat isterinya dengan kasih sayang akan dipandang Allah dengan penuh rahmat.

21. Wanita yang menyebabkan suaminya keluar dan berjuang ke jalan Allah dan kemudian menjaga adab rumah tangganya akan masuk syurga 500 tahun lebih awal daripada suaminya, akan menjadi ketua 70.000 malaikat dan bidadari dan wanita itu akan dimandikan di dalam syurga, dan menunggu suaminya dengan menunggang kuda yang dibuat daripada yakult.

22. Wanita yang tidak cukup tidur pada malam hari karena menjaga anak yang sakit akan diampunkan oleh Allah akan seluruh dosanya dan bila dia hiburkan hati anaknya Allah memberi 12 tahun pahala ibadat.

23. Wanita yang memerah susu binatang dengan “bismillah” akan didoakan oleh binatang itu dengan doa keberkatan.

24. Wanita yang menguli tepung gandum dengan “bismillah”, Allah akan berkatkan rezekinya.

25. Wanita yang menyapu lantai dengan berzikir akan mendapat pahala seperti meyapu lantai di Baitullah.

26. Wanita yang hamil akan dapat pahala berpuasa pada siang hari.

27. Wanita yang hamil akan dapat pahala beribadat pada malam hari.

28. Wanita yang bersalin akan mendapat pahala 70 tahun shalat dan puasa dan setiap kesakitan pada satu uratnya Allah mengaruniai satu pahala haji.

29. Sekiranya wanita mati dalam masa 40 hari selepas bersalin, dia akan dikira sebagai mati syahid.

30. Jika wanita melayani suami tanpa khianat akan mendapat pahala 12 tahun shalat.

31. Jika wanita menyusui anaknya sampai cukup tempo (2½ thn), maka malaikat-malaikat dilangit akan khabarkan berita bahwa syurga wajib baginya.

32. Jika wanita memberi susu badannya kepada anaknya yang menangis, Allah akan memberi pahala satu tahun shalat dan puasa.

33. Jika wanita memijat suami tanpa disuruh akan mendapat pahala 7 tola emas dan jika wanita memijat suami bila disuruh akan mendapat pahala 7 tola perak.

34. Wanita yang meninggal dunia dengan keridhaan suaminya akan memasuki syurga.

35. Jika suami mengajarkan isterinya satu masalah akan mendapat pahala 80 tahun ibadat.

36. Semua orang akan dipanggil untuk melihat wajah Allah di akhirat, tetapi Allah akan datang sendiri kepada wanita yang memberati auratnya yaitu memakai purdah di dunia ini dengan istiqamah.
Wallahu a’lam bish-shawab.
Semoga dapat mengambil hikmahnya dan mengamalkannya

Bolehkah Pacaran?



Istilah pacaran itu sebenarnya bukan bahasa hukum, karena pengertian dan batasannya tidak sama buat setiap orang. Dan sangat mungkin berbeda dalam setiap budaya. Karena itu
kami tidak akan menggunakan istilah `pacaran` dalam masalah ini, agar tidak salah konotasi.

I. Tujuan Pacaran

Ada beragam tujuan orang berpacaran. Ada yang sekedar iseng, atau mencari teman bicara, atau lebih jauh untuk tempat mencurahkan isi hati. Dan bahkan ada juga yang memang
menjadikan masa pacaran sebagai masa perkenalan dan penjajakan dalam menempuh jenjang pernikahan.Namun tidak semua bentuk pacaran itu bertujuan kepada jenjang pernikahan. Banyak diantara pemuda dan pemudi yang lebih terdorong oleh rasa ketertarikan semata, sebab dari sisi
kedewasaan, usia, kemampuan finansial dan persiapan lainnya dalam membentuk rumah tangga, mereka sangat belum siap.Secara lebih khusus, ada yang menganggap bahwa masa pacaran itu sebagai masa penjajakan, media perkenalan sisi yang lebih dalam serta mencari kecocokan antar keduanya. Semua itu dilakukan karena nantinya mereka akan membentuk rumah tangga. Dengan tujuan itu, sebagian norma di tengah masyarakat membolehkan pacaran. Paling tidak dengan cara membiarkan pasangan yang sedang pacaran itu melakukan aktifitasnya. Maka istilah apel malam minggu menjadi fenomena yang wajar dan dianggap sebagai bagian dari aktifitas yang normal.

II. Apa Yang Dilakukan Saat Pacaran ?

Lepas dari tujuan, secara umum pada saat berpacaran banyak terjadi hal-hal yang diluar dugaan.
Bahkan beberapa penelitian menyebutkan bahwa aktifitas pacaran pelajar dan mahasiswa sekarang ini cenderung sampai kepada level yang sangat jauh. Bukan sekedar kencan, jalan-jalan dan berduaan, tetapi data menunjukkan bahwa ciuman, rabaan anggota tubuh dan bersetubuh secara langsung sudahmerupakan hal yang biasa terjadi.

Sehingga kita juga sering mendengar istilah "check-in", yang awalnya adalah istilah dalam dunia perhotelan untuk menginap. Namun tidak sedikit hotel yang pada hari ini berali berfungsi sebagai tempat untuk berzina pasangan pelajar dan mahasiswa, juga pasanga-pasangan tidak syah lainnya.
Bahkan hal ini sudah menjadi bagian dari lahan pemasukan tersendiri buat beberapa hotel dengan memberi kesempatan check-in secara short time, yaitu kamar yang disewakan secara jam-jaman untuk ruangan berzina bagi para pasangan di luar nikah.Pihak pengelola hotel sama sekali tidak mempedulikan apakah pasangan yang melakukan chek-in itu suami istri atau bulan, sebab hal itu dianggap sebagai hak asasi setiap orang.Selain di hotel, aktifitas percumbuan dan hubungan seksual di luar nikah juga sering dilakukan di dalam rumah sendiri, yaitu memanfaatkan kesibukan kedua orang tua. Maka para pelajar dan mahasiswa bisa lebih bebas melakukan hubungan seksual di luar nikah di dalam rumah mereka sendiri tanpa kecurigaan, pengawasan dan perhatian dari anggota keluarga lainnya.Data menunjukkan bahwa seks di luar nikah itu sudah dilakukan bukan hanya oleh pasangan mahasiswa dan orang dewasa, namun anak-anak pelajar menengah atas (SLTA) dan menengah pertama (SLTP) juga terbiasa melakukannya. Pola budaya yang permisif (serba boleh) telah menjadikan hubungan pacaran sebagai legalisasi kesempatan berzina.

Dan terbukti dengan maraknya kasus `hamil di luar nikah`dan aborsi ilegal. Fakta dan data lebih jujur berbicara kepada kita ketimbang apologi. Maka jelaslah bahwa praktek pacaran pelajar dan mahasiswa sangat rentan dengan perilaku zina yang oleh sistem hukum di negeri ini sama sekali tidak dilarang. Sebab buat sistem hukum sekuluer warisan penjajah, zina adalah hak asasi yang harus dilindungi. Sepasang pelajar atau mahasiswa yang berzina, tidak bisa dituntut secara hukum. Bahkan bila seks bebas itu menghasilkan hukuman dari Allah berupa AIDS, para pelakunya justru akan diberi simpati.

III. Pacaran Dalam Pandangan Islam

a. Islam Mengakui Rasa Cinta
Islam mengakui adanya rasa cinta yang ada dalam diri manusia. Ketika seseorang memiliki rasa cinta, maka hal itu adalah anugerah Yang Kuasa. Termasuk rasa cinta kepada wanita (lawan jenis)
dan lain-lainnya.

`Dijadikan indah pada manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita,anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik.`(QS. Ali Imran :14).

Khusus kepada wanita, Islam menganjurkan untuk mewujudkan rasa cinta itu dengan perlakuan yang baik, bijaksana, jujur, ramah dan yang paling penting dari semua itu adalah penuh dengan
tanggung-jawab. Sehingga bila seseorang mencintai wanita, maka menjadi kewajibannya untuk memperlakukannya dengan cara yang paling baik.Rasulullah SAW bersabda,`Orang yang paling baik diantara kamu adalah orang yang paling baik terhadap pasangannya (istrinya). Dan aku adalah orang yang paling baik terhadap istriku`.

b. Cinta Kepada Lain Jenis Hanya Ada Dalam Wujud Ikatan Formal

Namun dalam konsep Islam, cinta kepada lain jenis itu hanya dibenarkan manakala ikatan di antara mereka berdua sudah jelas. Sebelum adanya ikatan itu, maka pada hakikatnya bukan sebuah cinta, melainkan nafsu syahwat dan ketertarikan sesaat.
Sebab cinta dalam pandangan Islam adalah sebuah tanggung jawab yang tidak mungkin sekedar diucapkan atau digoreskan di atas kertas surat cinta belaka. Atau janji muluk-muluk lewat SMS, chatting dan sejenisnya. Tapi cinta sejati haruslah berbentuk ikrar dan pernyataan tanggung-jawab yang disaksikan oleh orang banyak.Bahkan lebih `keren`nya, ucapan janji itu tidaklah ditujukan kepada pasangan, melainkan kepada ayah kandung wanita itu.

Maka seorang laki-laki yang bertanggung-jawab akan berikrar dan melakukan ikatan untuk menjadikan wanita itu sebagai orang yang menjadi pendamping hidupnya, mencukupi seluruh kebutuhan hidupnya dan menjadi `pelindung` dan `pengayomnya`. Bahkan `mengambil alih`kepemimpinannya dari bahu sang ayah ke atas bahunya.Dengan ikatan itu, jadilah seorang laki-laki itu `laki-laki sejati`. Karena dia telah menjadi suami dari seorang wanita. Dan hanya ikatan inilah yang bisa memastikan apakah seorang laki-laki itu betul serorang gentlemen atau sekedar kelas laki-laki iseng tanpa nyali. Beraninya hanya menikmati sensasi seksual, tapi tidak siap menjadi "the real man".Dalam Islam, hanya hubungan suami istri sajalah yang membolehkan terjadinya kontak-kontak yang mengarah kepada birahi. Baik itu sentuhan, pegangan, cium dan juga seks.Sedangkan di luar nikah, Islam tidak pernah membenarkan semua itu.

Akhlaq ini sebenarnya bukan hanya monopoli agama Islam saja, tapi hampir semua agama mengharamkan perzinaan. Apalagi agama Kristen yang dulunya adalah agama Islam juga, namun karena terjadi penyimpangan besar sampai masalah sendi yang paling pokok, akhirnya tidak pernah terdengar kejelasan agama ini mengharamkan zina dan perbuatan yang menyerampet kesana.Sedangkan pemandangan yang kita lihat dimana ada orang Islam yang melakukan praktek pacaran dengan pegang-pegangan, ini menunjukkan bahwa umumnya manusia memang telah terlalu jauh dari agama. Karena praktek itu bukan hanya terjadi pada masyarakat Islam yang nota bene masih sangat kental dengan keaslian agamanya, tapi masyakat dunia ini memang benar-benar telah dilanda degradasi agama.Barat yang mayoritas nasrani justru merupakan sumber dari hedonisme dan permisifisme ini. Sehingga kalau pemandangan buruk itu terjadi juga pada sebagian pemuda-pemudi Islam,tentu kita tidak melihat dari satu sudut pandang saja. Tapi lihatlah bahwa kemerosotan moral ini juga terjadi pada agama lain, bahkan justru lebih parah.

c. Pacaran Bukan Cinta

Melihat kecenderungan aktifitas pasangan muda yang berpacaran, sesungguhnya sangat sulit untuk mengatakan bahwa pacaran itu adalah media untuk saling mencinta satu sama lain. Sebab sebuah cinta sejati tidak berbentuk sebuah perkenalan singkat, misalnya dengan bertemu di suatu kesempatan tertentu lalu saling bertelepon, tukar menukar SMS, chatting dan diteruskan dengan janji bertemu langsung.Semua bentuk aktifitas itu sebenarnya bukanlah aktifitas cinta, sebab yang terjadi adalah kencan dan bersenang-senang. Sama sekali tidak ada ikatan formal yang resmi dan diakui. Juga tidak ada ikatan tanggung-jawab antara mereka. Bahkan tidak ada kepastian tentang kesetiaan dan seterusnya. Padahal cinta itu adalah memiliki, tanggung-jawab, ikatan syah dan sebuah harga kesetiaan. Dalamformat pacaran, semua instrumen itu tidak terdapat, sehingga jelas sekali bahwa pacaran itu sangat berbeda dengan cinta.

d. Pacaran Bukanlah Penjajakan / Perkenalan

Bahkan kalau pun pacaran itu dianggap sebagai sarana untuk saling melakukan penjajakan, atau perkenalan atau mencari titik temu antara kedua calon suami istri, bukanlah anggapan yang benar. Sebab penjajagan itu tidak adil dan kurang memberikan gambaran sesungguhnya atas data yang diperlukan dalam sebuah persiapan pernikahan.Dalam format mencari pasangan hidup, Islam telah memberikan panduan yang jelas tentang apa saja yang perlu diperhitungkan. Misalnya sabda Rasulullah SAW tentang 4 kriteria yang terkenal itu.Dari Abi Hurairah ra bahwa Rasulullah SAW berdabda,`Wanita itu dinikahi karena 4 hal : [1] hartanya, [2] keturunannya, [3] kecantikannya dan [4] agamanya. Maka perhatikanlah agamanya kamuakan selamat. (HR. Bukhari Kitabun Nikah Bab Al-Akfa` fiddin nomor 4700, Muslim Kitabur-Radha` Bab Istihbabu Nikah zatid-diin nomor 2661)
Selain keempat kriteria itu, Islam membenarkan bila ketika seorang memilih pasangan hidup untuk mengetahui hal-hal yang tersembunyi yang tidak mungkin diceritakan langsung oleh yang bersangkutan. Maka dalam masalah ini, peran orang tua atau pihak keluarga menjadi sangat penting.
Inilah proses yang dikenal dalam Islam sebagai ta`aruf.

Jauh lebih bermanfaat dan objektif ketimbang kencan berduaan. Sebab kecenderungan pasangan yang sedang kencan adalah menampilkan sisi-sisi terbaiknya saja. Terbukti dengan mereka mengenakan pakaian yang terbaik, bermake-up, berparfum dan mencari tempat-tempat yang indah dalam kencan. Padahal nantinya dalam berumah tangga tidak lagi demikian kondisinya.Istri tidak selalu dalam kondisi bermake-up, tidak setiap saat berbusana terbaik dan juga lebih sering bertemu dengan suaminya dalam keadaan tanpa parfum dan acak-acakan.

Bahkan rumah yang mereka tempati itu bukanlah tempat-tempat indah mereka dulu kunjungi sebelumnya. Setelah menikah mereka akan menjalani hari-hari biasa yang kondisinya jauh dari suasana romantis saat pacaran.Maka kesan indah saat pacaran itu tidak akan ada terus menerus di dalam kehidupan sehari-hari mereka. Dengan demikian, pacaran bukanlah sebuah penjajakan yang jujur, sebaliknya bisa dikatakan sebuah penyesatan dan pengelabuhan.Dan tidak heran bila kita dapati pasangan yang cukup lama berpacaran, namun segera mengurusperceraian belum lama setelah pernikahan terjadi. Padahal mereka pacaran bertahun-tahun danmembina rumah tangga dalam hitungan hari. Pacaran bukanlah perkenalan melainkan ajang kencan saja.

Sejarah Dan Tujuan Puasa


SEJARAH DAN TUJUAN PUASA

Pertanyaan:
“Apa arti puasa dan bagaimanakah sejarah dan tujuannya?”

Jawab:
Allah swt. Berfirman,
“Wahai orang-orang yang beriman, telah diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana telah diwajibkan atas umat-umat yang sebelum kamu, agar kamu sama bertakwa.” (al-Baqarah: 183)
 Dijelaskan pada ayat tersebut tujuan dari kewajiban ibadah puasa, yaitu “agar bertakwa”. Takwa artinya: “Penyempurnaan kepatuhan mutlak kepada Allah Ta’ala dengan menjalankan perintah-perintah-Nya dan menjauhi semua larangan-Nya.” Takwa itu akan menambah kesucian jiwa, kesehatan badan, dan keluhuran akhlak. Takwa akan menstabilkan akal fikiran, memerdekakan kehendak-iradah, membebaskannya dari belenggu kebiasaan-kebiasaan dan pengaruh syahwat.

Sebenarnya, kebanyakan manusia diperbudak oleh syahwat dan adat kebiasaan sampai dia tidak lagi mempedulikan halal atau haram, manfaat atau madharat. Maka puasa akan melatihnya untuk meninggalkan kebiasaan seperti makan pagi, makan tengah hari, minum kopi dan merokok. Semua itu ditinggalkan karena patuhnya kepada Tuhannya, bukan kerana sebab lain.

Seseorang yang sudah menjalankan puasa dengan ikhlas, ia akan memiliki sifat muraqabah (mawas diri) dan perasaan malu pada Tuhan, bila ia melanggar perintah-Nya atau larangan-Nya atau menjadi hamba bagi selain-Nya.Umat beragama sebelum Islam juga mengenal puasa sebagai suatu kewajiban, akan tetapi sudah mengalami bermacam-macam perubahan. Di antara pengikut Brahma ada yang berpuasa 24 hari atau 40 hari berturut-turut dengan cara yang sangat berat, yaitu dengan bersemedi di goa-goa beryoga atau bergelandangan di terik panas matahari dan sebagainya.

Sebaliknya, kaum Yahudi dan kaum Nasrani, umat Katolik pada hari-hari tertentu berkewajiban menahan nafsu makan, yaitu sedikit makan di pagi hari sekadar penyegar badan, tengah hari diperbolehkan makan kenyang tetapi petangnya hanya sedikit pula. Sewaktu-waktu, di tengah hari diizinkan juga makan daging, kecuali pada hari-hari pantang, dan sebagainya. Untuk jelasnya baca Ensiklopedia Indonesia.
Nabi Muhammad saw menjelaskan bahwa bukan begitulah waktu dan cara puasa. Maka Allah swt mengutus beliau untuk membawa kebenaran, sekaligus mengoreksi apa yang dilakukan sebelumnya dan membebaskan mereka dari belenggu yang memberatkan mereka agar mereka berbahagia. Bacalah Al-Qur’an surat al-Ma-‘idah ayat 48 dan surat al-A’raaf ayat 157.
Rasulullah saw bersabda,
“Sesungguhnya sendi agama Islam itu ada tiga: syahadat yang meyakinkan keesaan Tuhan, shalat yang wajib, dan puasa pada bulan Ramadhan. Barangsiapa berpuasa pada bulan Ramadhan dengan memperhatikan hukum-hukum dan adab-adabnya serta memelihara dirinya dari segala apa yang diwajibkan untuk dijauhi, niscaya puasanya itu akan mengugurkan dosa-dosanya yang terdahulu.” (HR Ahmad dan Baihaqi)
“Barangsiapa tidak berpuasa pada bulan Ramadhan tanpa uzur, seperti sakit dan sebagainya, maka tidak tertebus dengan puasa dahr (puasa seumur hidup)” (HR Abu Dawud)
Puasa itu wajib bagi setiap orang muslim dan muslimah yang sudah mukallaf. Kewajiban ini dapat diringankan bagi orang yang telah lanjut usia, orang sakit yang tidak dapat diharapkan kesembuhannya, orang yang kerjanya sangat berarti seperti buruh tambang, begitu pula seorang wanita yang tengah mengandung atau menyusui anaknya.

Maka bagi mereka itu, apabila tidak kuat atau takut menderita madharat karena puasa itu, diperbolehkan untuk tidak berpuasa dan tidak wajib qadha, hanya diwajibkan membayar fidyah, yaitu memberi pada orang miskin untuk seharinya. Demikian tafsir al-Manar tentang ayat 184 surah al-Baqarah. Di dalam ayat tersebut juga disebut : orang sakit atau orang yang takut sakit bila dia berpuasa diperbolehkan untuk tidak berpuasa tetapi dengan wajib qadha.Wanita yang sedang haid atau sedang nifas (sesudah melahirkan) diharamkan baginya untuk berpuasa dan wajib qadha sesudah suci dari dua macam darah itu.

Waktu Puasa ialah sesudah fajar menyingsing sampai matahari terbenam. Pada waktu puasa diharamkan makan, minum, bersenggama, bersetubuh, memasukkan sesuatu ke dalam melalui mulut, hidung, telinga, kubul, dubur, walaupun sedikit, keras, cair, atau berupa asap seperti asap rokok. Akan tetapi, memasukkan sesuatu dengan perantaraan injeksi atau pengobatan mata, tidak membatalkan puasa, diperbolehkan, begitu juga hukumnya kalau mengerjakan semua larangan itu karena betul-betul lupa.
Seseorang yang berpuasa hendaknya menahan nafsu, menjauhkan diri dari sengketa, memaki-maki, dan dari segala kezhaliman. Seseorang yang tidak meninggalkan dusta, bicara cabul, hasut, dengki, fitnah, korupsi waktu atau uang, khianat terhadap agama, Nabi dan bangsa, maka belumlah dapat dinamakan shaa’im (berpuasa).
 Disunnahkan agar bersahur, makan malam sebelum fajar (kurang lebih 10-30 menit) dan menyelenggarakan buka sesudah matahari terbenam sebelum shalat dan membaca do’a:
“Ya Allah, karena Engkaulah aku berpuasa, dan dengan rezeki Engkau aku berbuka, dan kepada Engkau aku beriman.”
Selain shaum wajib pada bulan Ramadhan atau shaum wajib karena “nazar”, niat mewajibkan puasa atas dirinya bila berhasil maksudnya, ada pula shaum sunnah menurut kehendak yang ingin berpuasa, asal tidak berlebih-lebihan dan tidak dikerjakan pada dua hari raya (Syawwal dan Haji). Niat berpuasa wajib harus dilakukan waktu malam sebelum fajar menyingsing, sedang niat untuk puasa sunnah boleh sesudah subuh.

Hari-hari Rasulullah berpuasa ialah hari tanggal 9 bulan Haji, kecuali bila beliau sedang berhaji, hari kesepuluh Muharram dan pada tiap hari Senin dan Kamis. Ketika ditanya mengapa, beliau menjawab, “Karena pada dua hari itu, Senin dan Kamis, dilaporkan amal tiap orang dan diberi ampun bagi setiap orang mumin (yang berpuasa, kecuali mereka yang sedang memutuskan hubungannya (tidak saling bicara) dengan saudaranya.” (HR Ahmad) Seseorang tidak boleh memutuskan hubungan dengan saudaranya lebih dari tiga hari.

Di zaman Rasulullah saw ada seorang sahabat bernama Abu Darda hendak berpuasa wisaal (siang malam) dan Abdullah bin Amr telah berpuasa tiap hari. Ada sahabat lain hendak berpuasa dalam perperangan dan ada lagi yang sudah berpuasa dalam perjalanannya sampai pingsan karena panas dan lemah badannya. Samua mereka itu dicela, bahkan diancam dengan hukuman.

Rasulullah saw bersabda kepada Abu Darda dan kepada Abdullah bin Amr, “Sesungguhnya dirimu sendiri, istrimu, tetanggamu, tamumu, dan Tuhanmu masing-masing mempunyai hak atasmu. Karena itu berilah hak mereka masing-masing.” (HR Ahmad dan Bukhari)
Maksudnya ialah agar dalam beribadah tidak harus mengabaikan kesehatan, mengorbankan kerukunan berumah tangga atau mengorbankan kerukunan berumah tangga atau mengorbankan pergaulan bertetangga dan bermasyarakat.

Abu Said al-Khudri ra. berkata, “Aku menyediakan makanan untuk Rasulullah saw., kemudian beliau datang bersama beberapa sahabatnya. Ketika aku hidangkan makanan itu, ada di antara mereka yang berkata, ʻ Aku puasa.’ Lalu beliau bersabda, ʻSaudaramu mengundangmu dan ia dengan susah payah menyiapkan hidangan ini. Bukalah dan qadhalah nanti jika engkau ingin mengqadha (qadha puasa sunnah tidak wajib).’” (HR. al-Baihaqi)

Arti Dan Kedudukan Bulan Ramadhan



Arti dan Kedudukan Bulan Ramadhan

Ramadhan jamaknya adalah ramadhanat atau armidha, maknanya adalah: sangat terik, atau panas karena terik matahari.
Orang Arab dahulu ketika mengubah nama-nama bulan dari bahasa lama ke bahasa Arab, mereka namakan bulan-bulan itu menurut masa atau musim yang dilalui (bulan itu). Maka kebetulan bulan Ramadhan saat itu tepat di saat musim panas dimana terik matahari sangat menyengat.
Mujahid, seorang ulama tabi’in, tidak suka menyebutnya Ramadhan saja, tapi ia selalu menyebut: bulan Ramadhan.

Bulan Ramadhan adalah bulan diturunkan Al-Qur’an dan bulan yang senantiasa agung.
Allah berfirman,
“Bulan Ramadhan adalan bulan yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an untuk menjadi petunjuk bagi manusia dan bermacam-macam keterangan yang merupakan petunjuk dan pemisah (antara yang benar dan dengan yang batil).” (al-Baqarah: 185)
Firman Allah Ta’ala,
“Dan Tuhanmu menciptakan apa yang dikehendaki dan memilih apa yang dikehendaki.” (al-Qashshash: 68)
Bulan Ramadhan adalah satu-satunya nama bulan yang disebut dalam Al-Qur’an.
Allah memilih sesuatu sesuai dengan yang dikehendaki-Nya.
Allah memilih tempat sesuai dengan yang dikehendaki-Nya.
Allah memilih beberapa hamba-Nya untuk menjadi rasul, menjadi ulama, menjadi filsuf, menjadi pemimpin, menjadi panglima perang, dan sebagainya.Ada tempat yang memperoleh keistimewaan karena dipilih untuk turunnya wahyu, untuk tempat menampung berbagai rupa peringatan atau tempat beribadat.

Allah memilih Mekkah untuk tempat turunnya wahyu Al-Qur’an. Allah memilih Ka’bah untuk menjadi kiblat kaum muslimin dan muslimat. Maka atas dasar inilah pula Allah memilih bulan Ramadhan dari bulan-bulan yang dua belas itu dan menjadikannya sebagai bulan yang utama, dengan mencatatkan nama bulan itu dalam Al-Qur’an. Memang, bulan Ramadhan merupakan satu-satunya nama bulan yang disebut dalam Al-Qur’an.

Allah memilih Ramadhan sebagai waktu khusus untuk melimpahkan nikmat-Nya yang besar kepada para hamba-Nya, yaitu Al-Qur’an, Kitab-Nya yang penghabisan, kitab yang tak ada tolok bandingannya, yang mempunyai daya hidup sepanjang masa, selama layar bahtera dunia terkembang, bahkan ke masa-masa sesudahnya. Dan Al-Qur’an adalah tali pengikat bagi seluruh umat Islam di dunia ini.

Bulan Ramadhan adalah bulan dimana Allah menurunkan permulaan ayat risalah yang menandakan kerasulan Muhammad dan menugaskan Muhammad bangkit untuk menyampaikan risalah itu kepada para hamba-Nya.

Bulan Ramadhan adalah bulan yang memiliki kesucian yang tidak dimiliki oleh bulan-bulan yang lain. Bulan yang mengandung banyak keistimewaan, antara lain:
Bulan saat terjadinya Perang Badar al-kubra, yang dengan kemenangan di perang itu nampaklah ketinggian kalimat wahyu (kalimat tauhid) dan keruntuhan kekuasaan musyrikin. Umat Islam meraih kemenangan nyata.

Di bulan Ramadhan ini pula Nabi saw. menaklukkan dan menguasai kota Mekkah dari tangan kaum musyrikin. Dan di saat itulah berakhir penyembahan berhala di sekitar Ka’bah, dan Mekkah pun menjadi daerah yang menyembah Allah yang Mahaesa, sesuai ajaran Islam.

Di bulan ini ada suatu malam yang sangat tinggi nilainya, yaitu lailatul qadar.
Di bulan ini turun ayat Al-Qur’an untuk pertama kalinya, dan kita layak syukuri hal ini karena Al-Qur’an merupakan hidayah dan petunjuk bagi seluruh umat manusia.
Di bulan ini kita sangat dianjurkan untuk meningkatkan aktifitas ibadah kita, seperti membaca Al-Qur’an, shalat malam, dan shadaqah kepada fakir miskin.
Dikutip dari buku: Pedoman Puasa (Teungku Muhammad Hasbi Ash-Shiddieqy)

Nama Neraka dan Surga Beserta Kriteria Penghuninya


Nama Neraka dan Surga Beserta Kriteria Penghuninya

NERAKA HAWIYAH: diperuntukkan atas orang-orang yang ringan timbangan amalnya, yaitu mereka yang selama hidup di dunia mengerjakan kebaikan bercampur keburukan. Orang muslim laki-laki maupun perempuan yang perbuatan sehari- harinya tidak sesuai dengan ajaran Islam, maka Hawiyah sebagai tempat tinggalnya.Mereka ini yaitu orang yang tidak mau menerima syariat Islam, tidak mau memakai jilbab (bagi wanita), memakai sutra dan emas (bagi lak- laki), mencari rejeki dengan cara tidak halal, memakan riba dan lain sebagainya.

Dalam Al-Qur’an terdapat pada surah (Al-Qori’ah ayat 8-11)
وَأَمَّا مَنۡ خَفَّتۡ مَوَٲزِينُهُ ۥ (٨) فَأُمُّهُ ۥ هَاوِيَةٌ۬ (٩) وَمَآ أَدۡرَٮٰكَ مَا هِيَهۡ (١٠) نَارٌ حَامِيَةُۢ (١١

Dan adapun orang-orang yang ringan timbangan [kebaikan]nya, (8) maka tempat kembalinya adalah neraka Hawiyah. (9) Dan tahukah kamu apakah neraka Hawiyah itu? (10) [Yaitu] api yang sangat panas. (11).


NERAKA JAHIM adalah neraka sebagai tempat penyiksaan atas orang-orang musyrik atau orang-orang yang menyekutukan ALLAH, maka sesembahan mereka akan datang untuk menyiksa mereka. Orang yang di dunia menyembah sapi (bangsa Hindu) maka sapi yang akan menyiksa orang itu. Orang yang menyembah patung berbentuk hewan, maka patung itu yang akan menyiksanya. Dan demikian selanjutnya. Syirik disebut sebagai dosa yang paling besar menurut ALLAH, karena syrik berarti mensekutukan ALLAH atau menganggap ada mahluk yang lebih hebat dan berkuasa sehebat ALLAH. Syirik dapat pula berarti menganggap ada Tuhan lain selain ALLAH.

Dalam Al-Qur’an terdapat pada surah (As-Syu’araa, ayat 91),
وَبُرِّزَتِ ٱلۡجَحِيمُ لِلۡغَاوِينَ
 dan diperlihatkan dengan jelas neraka Jahim kepada orang-orang yang sesat", dan (Surah As-Saffat).



NERAKA SAQAR adalah tempat untuk orang-orang munafik, yaitu orang-orang yang mendustakan (tidak mentaati) perintah ALLAH dan Rasulullah. Mereka mengetahui bahwa ALLAH sudah menentukan hukum Islam melalui lisan Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, tetapi mereka meremehkan syariat (hukum) Islam. Maka dibakar dalam api adalah hukuman untuk mereka.


Nama neraka ini tercantum dalam Al-Quran Surah (Al-Muddatsir ayat 26-27,42):
سَأُصۡلِيهِ سَقَرَ (٢٦) وَمَآ أَدۡرَٮٰكَ مَا سَقَرُ
Aku akan memasukkannya ke dalam [neraka] Saqar. (26) Tahukah kamu apa [neraka] Saqar itu? (27).
مَا سَلَڪَكُمۡ فِى سَقَرَ
"Apakah yang memasukkan kamu ke dalam Saqar [neraka]?" (42).
NERAKA LAZZA: neraka yang bergejolak apinya dan mengelupaskan kulit kepalanya.
(QS: Al Ma´aarij] 15-18):

كَلَّآ‌ۖ إِنَّہَا لَظَىٰ (١٥) نَزَّاعَةً۬ لِّلشَّوَىٰ (١٦) تَدۡعُواْ مَنۡ أَدۡبَرَ وَتَوَلَّىٰ (١٧) وَجَمَعَ فَأَوۡعَىٰٓ

Sekali-kali tidak dapat. Sesungguhnya neraka itu adalah api yang bergejolak, (15) Yang mengelupaskan kulit kepala, (16) Yang memanggil orang yang membelakang dan yang berpaling [dari agama]. (17) Serta mengumpulkan [harta benda] lalu menyimpannya (18).
 

NERAKA HUTHAMAH: itu disediakan untuk orang yang suka mengumpulkan harta, serakah dan menghina orang-orang miskin. Mereka berpaling dari agama, tidak mau bersedekah dan tidak mau pula membayar zakat. Mereka juga memasang wajah masam apabila ada orang miskin yang meminta bantuan. Maka ALLAH membalas dengan menyiksa mereka dengan cara menguliti dan mengelupaskan kulit muka mereka. Serta membakar mereka semau yang ALLAH mau.

NERAKA HUTHAMAH disediakan untuk gemar mengumpulkan harta berupa emas, perak atau platina, mereka serakah tidak mengeluarkan zakat hartanya dan mencela menghina orang-orang miskin. Maka di Huthamah harta mereka dibawa dan dibakar untuk diminumkan sebagai siksa kepada manusia pengumpat pengumpul harta. Dalam Al-Qur’an terdapat pada surah (Al-Humazah).

NERAKA SA'IR diisi oleh orang-orang kafir. Dan orang yang memakan harta anak yatim. Kafir berasal dari kata kufur yang berarti ingkar atau menolak. Sehingga kafir dapat diartikan menolak adanya ALLAH atau dengan membantah perintah ALLAH dan Rasul-NYA. Jadi manusia kafir itu terdiri dari: Orang yang tidak beragama Islam atau orang yang tidak mau membaca syahadat. Orang Islam yang tidak mau shalat. Orang Islam yang tidak mau puasa. Orang Islam yang tidak mau berzakat. Didalam Al-Qur’an terdapat pada (An-Nisa’ ayat 10), (Al-Mulk ayat 5,10,11)


NERAKA WAIL disediakan untuk para pengusaha dan pedagang yang culas, mengurangi timbangan, mencalo barang dagangan untuk mendapatkan keuntungan yang berlipat. Maka dagangan mereka dibakar dan dimasukkan ke dalam perut mereka sebagai azab atas dosa-dosa mereka. Surah (Al-Tatfif) dan (Surah At-Tur). Nama neraka ini tercantum dalam Al-Quran Surah (Al-Muthaffifin, ayat 1-3).



NERAKA JAHANAM: Neraka tempat penyiksaan itu kemudian banyak disebut orang dengan nama jahanam. Neraka yang paling dalam dan berat siksaannya. Al-Qur’an
وَإِنَّ جَهَنَّمَ لَمَوۡعِدُهُمۡ أَجۡمَعِينَ (٤٣) لَهَا سَبۡعَةُ أَبۡوَٲبٍ۬ لِّكُلِّ بَابٍ۬ مِّنۡہُمۡ جُزۡءٌ۬ مَّقۡسُومٌ

Dan sesungguhnya Jahannam itu benar-benar tempat yang telah diancamkan kepada mereka [pengikut-pengikut syaitan] semuanya. (43) Jahannam itu mempunyai tujuh pintu. Tiap-tiap pintu [telah ditetapkan] untuk golongan yang tertentu dari mereka. (44). (Al Hijr, 43-44).

---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
SURGA


SURGA FIRDAUS: surga yang diperuntukan bagi orang yang khusyuk sholatnya, menjauhkan diri dari perbuataan sia-sia, aktif menunaikan zakat, menjaga kemaluannya, memelihara amanah, menepati janji, dan memelihara sholatnya. dalam Al-Qur’an terdapat pada surah (Al Kahfi, ayat 107) dan surah (Al Mu’minuun, ayat 9-11).

SURGA ‘ADN: surga yang diperuntukkan bagi orang yang bertakwa kepada Allah (An Nahl:30-31), benar-benar beriman dan beramal shaleh (Thaha:75-76), banyak berbuat baik (Fathir: 32-33), sabar, menginfaqkan hartanya dan membalas kejahatan dengan kebaikan (Ar-Ra’ad:22-23).





SURGA NA'IM: surga yang diperuntukkan bagi orang-orang yang benar-benar bertakwa kepada Allah dan beramal shaleh. dalam Al-Qur’an terdapat pada surah (Luqman, ayat 8) dan (Al Hajj, ayat 56).








SURGA MA’WA: surga yang diperuntukan bagi orang-orang yang bertakwa kepada Allah (An Najm: 15), beramal shaleh (As Sajdah: 19), serta takut kepada kebesaran Allah dan menahan hawa nafsu (An Naziat : 40-41).













SURGA DARUSSALAM: surga yang diperuntukkan bagi orang yang kuat imannya dan Islamnya, memperhatikan ayat-ayat Allah serta beramal shaleh. Sebagaimana firman Allah subhanahu wata’ala,“Bagi mereka (disediakan) Darussalam (surga) pada sisi Rabbnya dan Dialah Pelindung mereka disebabkan amal-amalsholeh yang selalu mereka kerjakan.” (QS. 6:127)




SURGA DARUL MUQAMAH: surga yang diperuntukkan bagi orang yang bersyukur kepada Allah. Kata Darul Muaqaamah berarti suatu tempat tinggal dimana di dalamnya orang-orang tidak pernah merasa lelah dan tidak merasa lesu. Tempat ini diperuntukkan kepada orang-orang yang bersyukur sebagaimana yg disebutkan di dalam surat (Faathir ayat 35).







SURGA AL-MAQAMUL AMIN: surga yang diperuntukkan bagi orang-orang yang bertakwa. Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa berada dalam tempat yang aman (Ad Dukhan, ayat 51).







SURGA KHULDI: surga yang diperuntukkan bagi orang yang taat menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangannya (orang-orang yang bertakwa). Katakanlah: “Apa (azab) yang demikian itukah yang baik, atau surga yang kekal yang Telah dijanjikan kepada orang-orang yang bertaqwa?” dia menjadi balasan dan tempat kembali bagi mereka?” (Al Furqaan, ayat 15).







ﺳُﺒْﺤَﺎﻧَﻚَ ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﻭَﺑِﺤَﻤْﺪِﻙَ ﺃَﺷْﻬَﺪُ ﺃَﻥْ ﻻَ ﺇِﻟﻪَ ﺇِﻻَّ ﺃَﻧْﺖَ ﺃَﺳْﺘَﻐْﻔِﺮُﻙَ ﻭَﺃَﺗُﻮْﺏُ ﺇِﻟَﻴْﻚ
“Maha suci Engkau ya Allah, dan segala puji bagi-Mu. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan melainkan Engkau. Aku mohon ampun dan bertaubat kepada-Mu.”
Semoga Bermanfaat.


Sumber:
Syarah Aqidah Ahlus-Sunnah wal Jama’ah hal.331-332, Yazid bin Abdulkadir Jawas, Penerbit Pustaka Imam Syafi’i.
 Tafsir Ibnu Katsir jilid 2/295-296, Penerbit Pustaka Ibnu Katsir.

Sunday, 22 May 2016

7 Hal Yang Suamimu Tidak Akan Mengatakannya Padamu,Istri !


7 Hal Suamimu Tidak Akan Mengatakan Padamu

Pernahkah anda berharap dapat membaca pikiran suamimu ?
Kebanyakan didalam kebudayaan Islam,pria dibesarkan dengan menjadi seseorang yg kuat menahan nafsunya dan “berbibir rapat”.Suami-suami islam sangatlah sering (tidak selalu) enggan untuk membicarakan tentang beberapa hal kepada istrinya.Satu-satunya hal yg sangat sulit daripada menerjemahkan pikiran kedalam kata-kata adalah menerjemahkan “perasaan kedalam kata-kata”.
Jadi , kebanyakan pasangan suami istri muslim menjalani kehidupan pernikahan mereka dengan kurang komunikasi dan tidak pernah benar-benar saling mengetahui apa yg ada dalam pikiran satu sama lain.
Berikut daftar singkat untuk saudari-saudari muslimah yg sudah menikah (yg mau menikah juga boleh J).Daftar berikut akan memberikanmu sedikit pencerahan akan beberapa hal tentang apa yg suamimu pikiran , tapi hanya saja mungkin dia tidak tahu bagaimana , atau mau , untuk memberitahukan pada anda.
1.      Terlepas dari semua hal , dia(suamimu) mengharapkan rasa hormat (patuh) mu

Merupakan salah satu hal yg sangat penting untuk wanita muslimah memahami nilai-nilai akan menghormati pria (suami),khususnya pria Islam.Dalam Islam, pria sejak kecil diajarkan untuk menjadi pemimpin keluarganya.
Anda bisa membayangkan bagaimana frustrasi jadinya bagi pria,yg berusaha sekuat tenaganya ,terbaik darinya untuk melindungi keluarganya,untuk menikahi seorang wanita yg tidak menghargai menghormatinya.Mungkin dia(istri) menyatakan bahwa dia mencintai suaminya,namun tanpa ada rasa hormat darinya (istri) , pada suatu saat cinta sang suami akan memudar untuk istrinya.

Lihat ayat ALLAH berikut :

Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. Sebab itu maka wanita yang saleh, ialah yang ta’at kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka). Wanita-wanita yang anda khawatirkan nusyuznya , maka nasehatilah mereka dan pisahkanlah mereka di tempat tidur mereka, dan pukullah mereka. Kemudian jika mereka mentaatimu, maka janganlah anda mencari-cari jalan untuk menyusahkannya . Sesungguhnya Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar. (An-Nisa: 34)

2.      Suamimu menghasratkan loyalitas (kesetiaan) mu

Tidak ada yg menghancurkan sebuah ikatan pernikahan lebih cepat daripada gagasan bahwa pasanganmu tidak setia padamu.Gagasan , bahwa dia(suami/istri) tidak lagi melekat/ragu-ragu denganmu.Kita tidak mebicarakan tentang perceraian.Inilah apa yang sering terlintang di pikiran ketika orang-orang berbicara tentang kesetiaan didalam pernikahan.Apa yang kita bicarakan ialah mengetahui bahwa seseorang yang telah kita pilih untuk menghabiskan sisa waktu didalam hidup akan ada disana ketika anda benar-benar membutuhkan mereka.

Kebanyakan pria dan wanita tidak mengakuinya , namun kita benar-benar membutuhkan wanita dan kita benar-benar membutuhkan dukunganmu.Dan itu sangatlah bermasalah untuk menikahi seorang wanita yg mungkin saja tidak akan ada disampingmu ketika semuanya mulai sukar.Jika anda terus menerus membahas,meminta,mengancam perpisahan/perceraian atau khulu’ (perceraian didalam islam yang diprakarsai oleh istri),anda bisa menunggu ikatan pernikahanmu akan semakin melemah secepatnya.

Suamimu perlu tahu jika anda akan ada disisinya jika :

  • Dia(suami) kehilangan kerjaan dan keuangan menyempit
  • Dia mencoba melakukan sesuatu (seperti memulai sebuah bisnis atau kembali kesekolah)
  • Nama baik nya ternodai atau kehormatannya tercela

Anda harus setia pada suamimu sebelum sesuatu yang lainnya kecuali pada Allah dan Rasul-Nya.Jika anda setia pada suamimu, maka selebihnya yakin dia akan setia padamu , insya Allah.

3.      Suamimu ingin “berhubungan badan”  lebih sering

Baiklah , mari saling jujur dan terbuka.Sebagian wanita mungkin berpikiran pria itu “si biadab berpikiran sempit” akan hal ini , namun itu benar.Pria memang menghasratkan sex.

Jadi disaat anda beralasan kepadanya dengan alasan-alasan :

  • “ Aku lagi pusing “
  • “Aku lagi tidak enak badan”
  • “Tidak bisa tunggu sampai akhir pekan?aku lagi benar-benar tidak mood”

Ketahuilah bahwa suamimu pergi tidur dengan keadaan sedikit kecewa/marah padamu,bahkan jika sekalipun dia tidak menunjukkan padamu.Teruslah seperti ini maka dia akan mulai membencimu.Dan kebencian tersebut akan mulai menumbuhkan dan bisa membawa dia berpikiran tidak memerlukan anda atau kehilangan rasa cinta/sayang.

Perhatikan hadis berikut :
“Apabila suami mengajak istrinya ke tempat tidurnya lalu istri enggan sehingga suami marah pada malam harinya, malaikat melaknat sang istri sampai waktu subuh.” (HR. Bukhari: 11/14)

4.      Dia(suami) berpikir tentang wanita lain
Baiklah ,pertama-tama,tenang dulu.Jangan beranjak dulu.Biar kita membahas nya.
“Semua pria memikirkan wanita lain”

  • Ini tidak berarti dia akan menghianatimu
  • Ini tidak berarti dia berpikiran tentang mengambil istri kedua
  • Ini tidak berarti dia “berfantasi” tentang wanita lain

Hanya saja ini berarti bahwa semua pria (normal) memang berpikiran begitu.Pada suatu titik dalam hidupnya, ingin mempunyai wanita lain (i.e.istri).
Anda lebih baik berdamai dengan ini dan menerima daripada anda berpura-pura,menyalahkan pria.Cara terbaik untuk menghadapi pemikiran-pemikiran ini ialah mulai menerapkan nasehat yg akan diberikan dalam 3 rahasia :

  • Hormati dia(suami)
  • Setia padanya
  • Berikan dia “cinta secara fisik” ketika dia menginkannya

Apakah ini berati dia tidak akan pernah mengambil istri kedua jika kamu menerapkan ketiga-tiga nya ? Tentu saja tidak.Namun ini relatif akan meningkatkan penilaiannya terhadap kamu  daripada wanita lain dan dia akan akan lebih enggan untuk mencari tiga hal tersebut (hormat,setia dan sex) di tempat lain.

5.      Dia(suami) ingin membuat mu bahagia

  • Kamu pikir kenapa pria kerja keras mati-matian untuk membuat uang ?
  • Kamu pikir kenapa pria mau meniggalkan pekerjaannya dan mengambil resiko memulai sebuah bisnis?
  • Kamu pikir kenapa pria suka membeli hadiah untuk wanita ?

Karena jauh didalam lubuk hati , pria benar-benar hanya ingin membuatmu bahagia.
Terkadang “kami” mengacaukan itu semua dan melupakan perayaan ulang tahun kita.Namun kami benar-benar lebih memilih untuk mengingat karena kami tahu itu akan membuatmu senang.
Jadi,ketika suamimu membelikanmu sebuah hadiah ,terimalah,bersuka cita lah,berterimakasihlah dengan sedalam-dalamnya dan sering-seringlah menggunakannya.

  • Jika dia membelikanmu perhiasan,kenakanlah
  • Jika dia membelikanmu smartphone,gunakan
  • Jika dia membelikanmu mobil,pakaikan

Dan jangan terlalu cepat mengomeli dia atas suatu hal yang tidak dikerjakannya dengan baik.Karena dia akan mulai merasakan kamu tidak menghargai (nah,kata itu lagi) akan hal-hal yg dia lakukan untukmu.

6.      Jika kamu mendorongnya, dia(suami) akan menjadi muslim yg lebih baik

Tidak ada yg sempurna.Mungkin suami kamu bukanlah seorang ulama islam.Mungkin dia bukan muslim terbaik didunia.Kamu bisa mendorongnya untuk membuat dia lebih baik.Tapi kamu tidak bisa memaksakannya.

Lakukan hal-hal kecil untuk membuat islamnya lebih baik

  • Tawarkan dia untuk membangungkannya untuk shalat subuh
  • Dorong dia untuk shalat di mesjid
  • Katakan padanya betapa jauh lebih baik ia akan terlihat jika ia menumbuhkan jenggotnya.

Ini membutuhkan kalimat-kalimat yang tidak tegesa-gesa(kesan memaksa) , sentuhan yang lembut , tindakan yang penuh kehati-hatian, kamu akan mendapatkan pahala ganda :
Pahala kehidupan dengan suami yg budiman dan pahala kehidupan selanjutnya untuk mendorong suamimu pada kebenaran.

7.      Dia(suami) mencintaimu, bahkan walaupun dia tidak menampakkannya padamu selalu

Mungkin yang satu ini memang sulit untuk mempercayainya bulat-bulat.Namun itu benar (biasanya).
Pria hanya saja tidak sebagus itu dalam hal menunjukkan dan memperlihatkan “emosi” (terkecuali “kami” membicarakan tentang politik atau olahraga).
“Kami” tidak mengatakan “Aku Cinta Kamu” cukup sering memang.

Kami tidak sempurna.Dan apalagi jika dibanding dengan Rasulullah (SAW) malah akan lebih memperunyam.Tentu saja , kami seharusnya meniru beliau (SAW) sebisa mungkin.Dan bagi sebagian kami, kami melakukan yang terbaik dari kami.

Namun tetap saja kami tidak akan bisa memperlakukan “sama” dengan yang beliau (SAW) lakukan terhadap istri beliau.Sama dengan tidak adil bagi laki-laki mengharapkan istri mereka bertingkah seperti Aisyah (RA) dan istri-istri beliau (SAW) yang lain.

Hanya Karena suamimu tidak memperlakukan kamu dengan cara tersebut (cara Rasulullah),bukan berarti suamimu tidak mencintaimu.

Hanya saja dia(suami) itu manusia.Sangatlah penting kamu memahami :

  • Bahwa suamimu melakukan yang terbaik untuk merawatmu
  • Bahwa ia tulus untuk mencoba membantu memecahkan masalah anda dan membantu anda sebaik yang dia bisa
  • Maka kemungkinan ia mencintaimu , Sangat !

Nah , sekarang pergi dari depan Tv dan buatkan aku sandwich... hahahaha